Geser – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun mengalami luka berat di bagian leher akibat dianiaya oleh sepupunya sendiri dengan senjata tajam berupa kapak di Desa Salgor Kota, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Sabtu (28/6/2025) pagi.
Kejadian terjadi sekitar pukul 08.00 WIT, saat sekelompok warga tengah mengejar ayam untuk dibawa ke rumah duka dalam rangka acara tahlilan tujuh hari. Pelaku berinisial AR (26), warga setempat, secara tiba-tiba mengambil sebilah kapak (disebut warga “mancadu”) dan menyerang korban saat berpapasan di lorong rumah salah satu warga bernama Samsudin Rumar.
Korban, yang diketahui bernama Ona R., murid kelas III SD Negeri 6 Siritaun Wida Timur, mengalami luka robek cukup dalam pada bagian leher sebelah kiri akibat sabetan kapak.
Sekitar pukul 09.00 WIT, korban segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan awal. Tenaga medis melakukan tindakan darurat dengan menjahit luka korban sebanyak 15 jahitan luar dan 3 jahitan dalam akibat pendarahan yang cukup parah. Mengingat kondisinya, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit di Bula sekitar pukul 12.00 WIT.
Sementara itu, terduga pelaku berhasil diamankan oleh Bhabinkamtibmas Desa Salgor, Briptu Heru, dan dibawa ke Bula untuk mencegah amuk massa serta keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan warga dan pihak keluarga, pelaku AR diduga mengalami gangguan kejiwaan, meskipun belum ada keterangan medis resmi terkait kondisi tersebut.
Pihak Polsek Seram Timur telah mengambil langkah-langkah penanganan antara lain, Mendatangi keluarga korban dan pelaku
Memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, Mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak melanggar hukum dan Melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami motif kejadian dan kondisi psikologis pelaku, serta memastikan keamanan di sekitar lokasi.
(Reporter: Ali Gurium)
(Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan