Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, mengungkap standar kinerja Presiden Prabowo Subianto yang jauh melampaui kebiasaan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Fahri, dalam kabinet saat ini, ukuran keberhasilan bukan lagi sekadar proses administratif atau loyalitas politik, melainkan hasil konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tuntutan untuk menjadi eksekutornya Pak Prabowo jauh lebih tinggi daripada presiden yang lain, karena standar Pak Prabowo sudah tinggi,” ujar Fahri dalam sebuah podcast yang dikutip Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan, Prabowo tidak mentolerir praktik laporan yang tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Presiden ingin semua bergerak cepat dan menghasilkan. Dia tidak ingin menterinya hanya ’omon-omon’ atau melaporkan data palsu demi ’asal bapak senang’,” tegasnya.

Fahri menyebut evaluasi kinerja dilakukan secara ketat dan berkelanjutan, dengan indikator utama dampak kebijakan di lapangan.

“Yang dilihat sekarang adalah hasil akhirnya, apakah kebijakan itu benar-benar bekerja. Menurut saya negara sudah tertib, dan kita jangan rusak lagi yang sudah tertib ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah fokus pada penyederhanaan birokrasi dan pelayanan publik, seperti program gizi anak serta pengurusan beasiswa. “Biarkan negara ini punya jadwal untuk melakukan pelayanan kepada rakyatnya,” pungkas Fahri. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: