Fakfak – Kepala Bulog Fakfak, Ibrahim Wairoy, menegaskan, stok beras pemerintah di gudang Bulog sangat mencukupi, meski terdapat kendala distribusi di lapangan. Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) di Fakfak mencapai 723 ton, dengan tambahan 1.000 ton yang akan tiba via transportasi laut pada 27 Mei 2025.

“Stok pemerintah sangat melimpah. Dari segi cadangan beras, ini cukup untuk 3-4 bulan ke depan,” jelas Wairoy ditemui PrimaRakyat.com diruang kerjanya, Kamis (15/5/2025).

Menurutnya, kelangkaan sementara yang terjadi di pasaran bukan disebabkan oleh kurangnya stok, melainkan gangguan distribusi.

“Ada tiga kapal yang sempat tertahan di Pelabuhan Fakfak, sehingga terjadi kekosongan di pasar. Namun, stok di Bulog sebenarnya sangat banyak,” ujarnya.

Fakfak juga bertanggung jawab mendistribusikan beras ke Kabupaten Kaimana, di mana 400 ton telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan ASN, TNI, dan Polri.

Wairoy menjelaskan, lonjakan permintaan beras di pasar terjadi karena kebijakan sementara pemerintah menghentikan penjualan beras Bulog ke pasaran. Hal ini dilakukan untuk mendukung penyerapan gabah di sentra produksi seperti Jawa dan Makassar.

“Masyarakat yang biasa mengonsumsi beras Bulog beralih ke pasar, sehingga stok di sana cepat habis. Namun, ini bersifat insidental. Begitu kapal berlabuh, distribusi segera normal,” tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli beras secukupnya.

“Pemerintah pasti memperhatikan kebutuhan rakyat. Stok kami aman, tidak perlu borong,” tegas Wairoy.

Dengan cadangan yang tersedia, Bulog memastikan ketersediaan beras tetap terjaga, meski tantangan logistik masih perlu diantisipasi. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: