Fakfak — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menekankan pentingnya penguatan kinerja dan data Dinas Sosial dalam mendukung pelayanan publik, terutama dalam penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan dalam acara serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial yang baru, Dedy Imrianto Boro, di Kantor Dinas Sosial Fakfak, Kamis (7/8/2025).

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi Abdul Gani Iba, mantan Kepala Dinas Sosial, yang menurutnya telah menunjukkan loyalitas tinggi dan kinerja luar biasa meski belum lama menjabat.

“Bapak Gani Iba hanya beberapa bulan kerja dengan saya, tapi saya nilai luar biasa. Loyal dan bekerja sungguh-sungguh,” ujar Samaun di hadapan para pegawai Dinas Sosial.

Bupati menegaskan, akurasi data menjadi kunci utama agar Kabupaten Fakfak bisa menerima bantuan sosial yang lebih besar dari pemerintah pusat.

Ia menyoroti ketimpangan besaran hibah yang diterima Fakfak dibandingkan kabupaten lain dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit.

“Tahun ini kita hanya dapat sekitar Rp49 miliar. Daerah lain bahkan bisa menerima Rp80 sampai Rp100 miliar. Setelah saya cek, ternyata masalahnya ada pada data kita,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Dinas Sosial, termasuk koordinator PKH yang berjumlah 30 orang, untuk melakukan pembaruan data secara menyeluruh sebelum akhir Agustus 2025. Data tersebut nantinya akan dipresentasikan langsung ke Kementerian Sosial di Jakarta.

“Dinas Sosial harus bekerja sama dengan Dukcapil dan BPS untuk menyinkronkan data. Ini penting agar tidak ada lagi bantuan yang tidak tepat sasaran,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bekerja dengan sungguh-sungguh, bukan setengah hati.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak membutuhkan pegawai yang hanya pandai bicara, tetapi tidak loyal dan tidak bekerja dengan baik.

“Saya tidak butuh orang pintar yang hanya bicara. Saya butuh orang loyal, kerja baik, dan mampu terjemahkan perintah,” katanya.

Bupati Samaun juga mengaku, hingga enam bulan masa jabatannya, ia belum melakukan mutasi pejabat karena ingin memastikan penempatan orang yang tepat sesuai kapasitas kerja.

Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial bukanlah dinas “kelas dua”, melainkan OPD strategis karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Jangan anggap Dinas Sosial dinas abal-abal. Peran dan anggarannya sangat besar, kuncinya di sini. Kalau kita kerja sungguh-sungguh, maka masyarakat pasti merasakan manfaatnya,” ucap Bupati.

Penutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Dinas Sosial untuk bekerja sama, melupakan perbedaan politik, dan fokus pada pengabdian kepada masyarakat.

“Hidup ini kesempatan. Selama kaki dan tangan bisa bergerak, mari kita gunakan untuk berbuat baik,” ujarnya mengutip lirik lagu rohani. (st/pr)