Fakfak — Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan enam pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang baru dilantik harus menunjukkan perubahan kinerja secara menyeluruh, terutama dalam disiplin kerja dan percepatan program pembangunan daerah.

Penegasan itu disampaikan Samaun usai melantik enam pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak di Gedung Winder Tuare, Fakfak, Rabu (21/1/2026).

“Sebagai abdi negara, kita harus melihat masyarakat dengan baik dan kemudian harus punya kinerja semangat yang tinggi. Jangan harus ada perbedaan sebelum dilantik dan hari ini dilantik,” kata Samaun.

Ia menekankan, setelah pelantikan, para pejabat tidak boleh bekerja seperti biasa. Menurutnya, ada tuntutan perubahan total dalam pola kerja, terutama untuk mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Fakfak.

“Ke depannya harus melakukan perubahan secara total. Baik dari disiplin kerja maupun yang lain-lain,” ujar Samaun.

Dalam wawancara itu, Samaun juga menyampaikan sejumlah target yang harus segera dijalankan perangkat daerah (OPD), khususnya dalam pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah optimalisasi peran Dinas Sosial untuk memperluas akses bantuan pemerintah pusat bagi masyarakat Fakfak.

“Target kita salah satunya, saya mendorong Dinas Sosial supaya menggunakan link di pusat untuk menarik dana APBN untuk bantuan-bantuan sosial, baik itu beras, kemudian bantuan-bantuan lain,” kata Samaun.

Menurutnya, jejaring dan komunikasi dengan kementerian maupun lembaga terkait harus benar-benar dimanfaatkan agar program bantuan sosial lebih tepat sasaran dan maksimal.

Selain bidang sosial, Samaun meminta OPD teknis mempercepat berbagai urusan yang berkaitan dengan investasi, termasuk dukungan perizinan dan dokumen lingkungan.

“Dari perkebunan, untuk sektor investasi harus didorong cepat. Dari sektor lingkungan hidup juga dari segi amdal,” ujarnya.

Ia menyebut percepatan layanan tersebut dibutuhkan untuk mendukung pembangunan, termasuk penyiapan akses jalan dan dukungan terhadap program strategis daerah.

“Jadi memang yang dilantik hari ini diprioritaskan dalam hal tertentu untuk kecepatan dalam segala keperluan yang akan kita lakukan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten,” kata Samaun.

Samaun juga menyoroti kondisi sektor pendidikan di Fakfak yang menurutnya masih menghadapi sejumlah persoalan dan harus segera ditangani.

Ia menegaskan, program pendidikan menjadi bagian dari visi-misi yang wajib dijalankan oleh pejabat yang baru dilantik.

“Menjadi program prioritas saya dan harus dijalankan, tidak bisa tidak. Saya tidak mau tahu, pejabat yang baru dilantik harus melaksanakan visi misi saya. Harus benar-benar sampai ke bawah,” tegasnya.

Saat ditanya terkait konsekuensi bagi pejabat yang tidak mampu menjalankan tugas dan target yang ditetapkan, Samaun memastikan akan melakukan evaluasi.

“Saya akan evaluasi. Tetap evaluasi,” kata Samaun.

Ia juga menyatakan akan menerapkan mekanisme pakta integritas sebagai bentuk komitmen kinerja di lingkungan organisasi perangkat daerah.

“Nanti setelah yang tujuh juga dilantik, kemudian sama Pak Sekda, saya akan melakukan penandatanganan pakta integritas,” ujarnya.

Menurut Samaun, penempatan pejabat yang dilakukan saat ini merupakan hasil pertimbangan matang untuk memastikan OPD diisi oleh figur yang benar-benar mampu bekerja cepat dan profesional.

“Penempatan ini adalah sungguh-sungguh satu penilaian dari saya dan Wakil Bupati,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Samaun turut menyinggung rencana pengembangan fasilitas Bandara Siboru yang disebut akan mulai berjalan tahun ini.

Menurutnya, salah satu pekerjaan yang akan dilakukan adalah perataan obstacle di area depan bandara.

“Rencana tahap ini obstacle yang di depan untuk kita ratakan. Kurang lebih hampir sekitar 300 meter,” kata Samaun.

Ia menambahkan, proses pengembangan akan didukung pembukaan akses jalan belakang yang juga dimulai tahun ini.

“Nanti akses jalan belakang juga sudah mulai tahun ini. Kurang lebih 4 kilometer. Yang sudah dibuka hari ini 600 meter,” ujarnya.

Samaun menegaskan percepatan program tersebut membutuhkan dukungan instansi teknis, termasuk dalam penyelesaian dokumen lingkungan dan aspek kawasan hutan.

“Ini membutuhkan kecepatan. OPD yang punya kemampuan tinggi untuk bisa laksanakan,” kata Samaun.

Di akhir wawancara, Samaun kembali mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar bekerja dengan semangat tinggi demi pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang lebih cepat di Kabupaten Fakfak. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: