Kaimana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) asli Papua melalui kebijakan afirmatif dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi tahun 2021.
Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si., dalam keterangan pers di Kaimana, Senin (12/5/2025), menyatakan 90 persen formasi ASN tahun ini dialokasikan khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
Sementara 10 persen lainnya diperuntukkan bagi warga non-OAP yang lahir dan besar di Kaimana.
“Kami sudah ambil kebijakan bahwa 90 persen formasi ASN tahun 2021 akan diberikan kepada OAP. Sisanya untuk warga non-OAP yang lahir dan besar di Kaimana. Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat asli Papua, sekaligus bagian dari upaya pemerataan dan peningkatan kualitas SDM lokal,” ujar Bupati.
Bupati Hasan juga menekankan, seluruh proses pemerintahan di Kaimana berjalan sesuai aturan dan norma hukum yang berlaku.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi kebijakan yang bersifat pribadi atau tidak berdasar hukum.
“Tidak ada lagi pemerintahan yang berjalan atas dasar kebijakan pribadi. Semua harus taat asas dan taat aturan. Kita berusaha menjadi warga negara yang baik, yang taat pada norma-norma hukum,” jelasnya.
Menurut Bupati, kebijakan afirmatif ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi dan komitmen pemerintah daerah untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional.
Ia menyebut keberpihakan terhadap OAP bukan sekadar simbol, tetapi langkah nyata membangun SDM lokal yang kompetitif.
“Pemerintah daerah punya tanggung jawab untuk menciptakan peluang bagi anak-anak asli Papua agar bisa berkiprah di sektor formal, khususnya dalam pemerintahan. Kita ingin agar mereka tidak hanya jadi penonton, tetapi pelaku pembangunan di tanahnya sendiri,” katanya.
Bupati juga berharap dukungan dari masyarakat agar seleksi ASN berjalan lancar, transparan, dan tepat waktu.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan proses ini bergantung pada integritas dan semangat kebersamaan semua pihak.
“Ini bukan hanya soal angka, tapi tentang masa depan daerah ini. Kita ingin Kaimana tumbuh dengan SDM yang kuat, tangguh, dan punya kecintaan terhadap daerah,” tutupnya.
Kebijakan afirmatif ini disebut sejalan dengan semangat otonomi khusus Papua yang memberikan ruang kepada daerah untuk membangun secara inklusif dan berbasis kearifan lokal. Pemkab Kaimana meyakini bahwa SDM unggul adalah fondasi utama pembangunan berkelanjutan. (tm/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan