Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak resmi meluncurkan program pembebasan biaya pendidikan dan penyediaan seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa jenjang SD hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, mulai tahun ajaran 2025/2026.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan secara simbolis dilaunching oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, di SMA Negeri 1 Fakfak, Jumat (16/5/2025).

Program ini dinilai sebagai langkah nyata keberpihakan pemerintah terhadap keadilan dan pemerataan pendidikan.

“Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang telah menindaklanjuti perintah terkait Launching Pembebasan Biaya Pendidikan dan Penyediaan Seragam Sekolah Gratis di Kabupaten Fakfak Tahun 2025,” ujar Bupati.

SMA Negeri 1 Fakfak dipilih sebagai lokasi peluncuran karena baru-baru ini mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara II dalam ajang nasional yang digelar di Singapura.

“SMA Negeri 1 Fakfak sangat luar biasa. Sekolah ini telah mengangkat nama baik Fakfak di tingkat internasional,” tambahnya.

Bupati Samaun juga mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari janji dan komitmennya sejak lama. Ia terinspirasi dari pengalaman pribadi ketika menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR, di mana banyak warga datang meminta bantuan biaya pengobatan dan kebutuhan sekolah anak.

“Saat itu saya berjanji, jika Tuhan mengizinkan saya menjadi pemimpin, dua hal pertama yang saya lakukan adalah menjamin layanan kesehatan dan pendidikan gratis,” tuturnya.

Sebelumnya, pada 9 April 2025, Bupati telah meluncurkan program pembebasan biaya pengobatan di RSUD Fakfak. Kini, giliran sektor pendidikan yang mendapat perhatian utama.

Program pendidikan gratis ini mencakup seragam sekolah lengkap berupa empat pasang pakaian, sepatu, kaos kaki, tas, dan perlengkapan lainnya. Semua siswa akan menerima bantuan ini tanpa membedakan latar belakang sosial maupun status ekonomi.

“Tidak ada perbedaan antara siswa negeri atau swasta, kaya atau miskin, Orang Asli Papua (OAP) atau non-OAP. Semua anak mendapat perlakuan yang sama, karena kita semua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Bupati.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah siswa yang akan menerima bantuan seragam tahun ini mencapai lebih dari 4.800 orang. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: