Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memutuskan untuk memprioritaskan pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di daerah sendiri pada tahun anggaran 2026.
Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi dan kajian lapangan yang menemukan mayoritas mahasiswa lokal, khususnya yang berasal dari distrik dan kampung terpencil, menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat dibandingkan mahasiswa perantauan.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengungkapkan selama ini alokasi bantuan pendidikan lebih banyak terserap untuk mahasiswa yang berkuliah di luar Papua. Namun, berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, kondisi mahasiswa yang belajar di dalam wilayah Fakfak justru lebih memprihatinkan karena harus menanggung biaya kuliah sekaligus biaya hidup mandiri.
“Hasil kajian saya di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak yang kuliah di Fakfak rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka datang dari kampung dan distrik yang jauh, harus membayar biaya kuliah serta menyewa tempat tinggal,” ujar Samaun kepada wartawan usai menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Distrik Fakfak Tengah, Senin (16/3/2026).
Meski demikian, Samaun menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang berkuliah di luar daerah. Hanya saja, tahun ini skala prioritas akan diberikan terlebih dahulu kepada mahasiswa lokal di Fakfak agar mereka tetap termotivasi untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Kami ingin memastikan anak-anak Fakfak yang kuliah di kampung sendiri juga mendapat perhatian, agar mereka tidak putus sekolah dan tetap bersemangat melanjutkan studi,” jelasnya.
Di samping sektor pendidikan, pemerintah daerah juga membenahi layanan kesehatan dengan menandatangani nota kesepahaman bersama distributor obat. Kerja sama ini bertujuan memastikan ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai di seluruh puskesmas distrik tanpa harus menunggu petugas mengambil dari kota.
“Dengan sistem suplai langsung, petugas kesehatan di distrik tidak perlu lagi turun ke kota untuk mengambil obat. Pelayanan bisa berjalan lebih cepat dan merata,” kata Samaun.
Ia menambahkan, program pelayanan kesehatan gratis terus didorong hingga ke tingkat kampung guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah Fakfak. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan