Fakfak – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyampaikan ungkapan hati yang mendalam sekaligus melaporkan sejumlah capaian program prioritas pemerintahannya selama lima bulan pertama menjabat.
Hal itu disampaikan dalam acara syukuran dan doa bersama atas terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2025–2030 di Gereja GPI Papua Bethel, Kabupaten Fakfak, Rabu (16/7/2025) sore.
Dalam sambutannya, Samaun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dan dukungan Gubernur Papua Barat. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat dengan sungguh-sungguh.
Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah layanan kesehatan gratis di RSUD Fakfak. Menurut Samaun, sebelum program ini diluncurkan pada 8 April 2025, jumlah pasien yang datang ke UGD hanya sekitar 30–35 orang per hari. Kini, angka tersebut melonjak menjadi 200–280 pasien per hari.
“Banyak masyarakat sebelumnya tidak berobat karena tidak mampu membayar. Sekarang, mulai dari pemeriksaan, obat, hingga rawat inap, semuanya gratis,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak juga mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pengadaan obat dan jasa medis. Selain itu, sedang dilakukan pendataan warga yang belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan, dengan tunggakan iuran mencapai Rp94 miliar.
Di bidang pendidikan, Pemkab Fakfak memberlakukan kebijakan sekolah gratis untuk semua jenjang, dari TK hingga SMA, tanpa membedakan status sosial atau asal siswa. “Mulai dari seragam, sepatu, tas, hingga biaya sekolah, kami tanggung,” tegas Samaun.
Program beasiswa juga diberikan kepada 1.500 mahasiswa asal Fakfak pada tahun ini. Selain itu, Pemkab telah mendapatkan kuota 100 siswa untuk mengikuti Sekolah Rakyat, program pendidikan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial.
Samaun melaporkan, Fakfak telah menerima alokasi 500 unit rumah layak huni dari Kementerian PUPR dengan nilai bantuan Rp40 juta per unit. Ia juga menekankan pembenahan infrastruktur, khususnya jalan di Teluk Patipi dan Fakfak Timur yang dikenal sebagai “Jalan TikTok” karena kondisinya yang rusak parah.
“Jalan ini sangat berbahaya, terutama bagi ibu hamil. Sesuai janji saya, pembenahannya segera dimulai,” ucapnya.
Di akhir sambutan, Samaun berpesan agar masyarakat meninggalkan budaya “palang-palang” (blokade) dan lebih mengedepankan dialog jika ada masalah.
Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan kota, terutama menjelang perayaan Hari Kemerdekaan dan peringatan masuknya Islam di Tanah Papua pada Agustus mendatang.
“Fakfak sedang menuju kemajuan. Dengan ditemukannya cadangan migas terbesar di Asia Tenggara di wilayah ini, mari kita jaga bersama agar pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya.
Acara syukuran dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Doa bersama digelar sebagai bentuk harapan agar pembangunan di Fakfak terus berjalan dengan baik.
Laporan/Editor: Salmon Teriraun
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan