Fakfak — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan pentingnya RSUD Fakfak memiliki laboratorium dengan standar setara Prodia untuk mendukung pengembangan layanan Medical Check Up (MCU) terpadu.

Penegasan itu ia sampaikan dalam sambutannya pada peresmian sejumlah fasilitas baru RSUD Fakfak, Rabu (12/11/2025).

Samaun mengatakan, kebutuhan MCU bagi pekerja industri migas merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan rumah sakit.

Ia menyebut telah berkomunikasi dengan BP LNG Tangguh dan beberapa perusahaan migas yang akan masuk ke Fakfak.

Menurutnya, jika seluruh pemeriksaan dilakukan di daerah, RSUD dapat memperoleh pendapatan signifikan.

“Satu orang MCU bisa mencapai Rp3 juta sampai Rp4,5 juta. Kalau 10.000 orang per tahun, itu sekitar Rp50 miliar,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta RSUD menyiapkan layanan MCU yang lengkap dan mandiri, termasuk ruang khusus, peralatan memadai, serta laboratorium berstandar tinggi.

“Lab harus setara Prodia. Kalau perlu datangkan dokter khusus. Jangan digabung dengan layanan yang ada sekarang,” kata Samaun.

Ia menekankan bahwa rumah sakit perlu memadukan peningkatan layanan dengan strategi bisnis agar dapat memperkuat pendanaan internal.

Bupati juga meminta perusahaan migas agar tidak lagi mengirim pekerja ke Sorong atau Ambon untuk MCU, melainkan memanfaatkan layanan yang nantinya disiapkan RSUD Fakfak.

Ia memperkirakan potensi pendapatan rumah sakit dari layanan ini bisa mencapai Rp70 hingga Rp100 miliar per tahun, yang dapat membantu menutup kebutuhan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Fakfak meresmikan Gedung Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Gedung Farmasi, Gedung Laundry, serta meluncurkan layanan Poli Psikologi. Ia juga meninjau langsung Ruang Tumbuh Kembang Anak sebagai bagian dari penguatan fasilitas kesehatan daerah.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: