Fakfak – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan secara resmi menunjuk Mansyur Ali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Fakfak, menggantikan Mahmud La Biru yang masa purna bakti.
Penunjukan ini diumumkan dalam acara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di kantor Dinas Pendidikan setempat, Senin siang (4/8/2025).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada Mahmud La Biru atas pengabdiannya sejak tahun 1990.
“Beliau satu tahun lebih dulu dari saya. Sepanjang kariernya, beliau telah menjalani berbagai penugasan dan sampai hari ini masih membantu saya, termasuk dalam urusan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Terima kasih, Pak Mahmud,” ujar Samaun.
Bupati juga menegaskan, pengangkatan Mansyur Ali sebagai Plt Kadisdik murni merupakan keputusan pribadinya, bukan hasil permintaan atau lobi jabatan. Ia menegaskan bahwa hingga kini belum melakukan mutasi terhadap satu pun aparatur sipil negara (ASN), meskipun beredar berbagai opini negatif.
“Saya tidak hadir sebagai Bupati untuk mencari uang. Saya adalah pengusaha sebelum menjabat Kepala Dinas, dan hingga kini tetap berusaha, tapi tidak di Fakfak. Saya tidak ingin ada anggapan bahwa saya datang untuk menguasai proyek-proyek daerah,” tegasnya.
Terkait reformasi birokrasi, Bupati menegaskan kesiapan untuk merombak struktur organisasi, khususnya pada eselon III dan IV, jika ditemukan ketidaksesuaian atau kurangnya loyalitas.
“Saya sudah mengamati selama enam bulan. Jika tidak loyal, akan diganti. Tapi bukan karena sentimen pribadi, melainkan karena saya menginginkan perubahan sistem yang lebih baik,” katanya.
Kepada Plt Kadisdik yang baru, Bupati memberikan instruksi tegas untuk menertibkan kondisi internal dinas. Ia menekankan pentingnya pemerataan guru dari wilayah kota hingga kampung, serta pelaksanaan program rumah guru di distrik.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pembangunan sekolah didahului dengan penyelesaian legalitas tanah.
“Tidak boleh lagi bangun di lahan tanpa sertifikat. Jangan andalkan hibah. Lebih baik dibayar dan sertifikat atas nama pemerintah,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan untuk menghentikan segala bentuk politisasi internal pascapemilu.
“Kemarin kalian mendukung pimpinan sebelumnya, itu wajar. Tapi hari ini saya adalah komandan. Hentikan komentar, fokus bekerja. Jangan bangunkan harimau yang sedang tidur. Yang saya butuhkan hanya dua: loyalitas dan kerja nyata. Ini bukan soal kekuasaan, tapi tanggung jawab,” pungkasnya. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan