Kaimana – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anak Negeri (Genari) bersama Wakil Ketua dan Sekretaris Dewan Adat Kaimana (DAK) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kaimana, Senin (3/2/2025).
Mereka menuntut pertanggungjawaban dugaan pemalsuan surat rekomendasi yang melibatkan oknum CPNS berinisial CT.
Aksi dimulai berkumpul dan penandatanganan spanduk di Sekretariat Dewan Adat Kaimana, Jalan Casuarina Krooy.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menandatangani sebuah spanduk yang menyatakan penolakan terhadap oknum CPNS yang terlibat.
Membawa spanduk dan pernyataan yang tercetak dalam baliho longmarch menuju kantor BKPSDM terletak di belakang Kantor Bupati Kaimana.
Meskipun diguyur hujan deras, semangat para pendemo tidak surut. Mereka tiba di kantor BKPSDM, langsung melakukan orasi.
Dalam orasi, mereka menuntut BKPSDM bertanggung jawab atas dugaan pemalsuan surat rekomendasi yang dikeluarkan salah satu suku di Kaimana, yang dinilai mencoreng integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Aksi ini akhirnya membawa perwakilan pendemo bertemu dengan Kepala Bidang Pengadaan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kaimana, Imanuel R. Fandy, S.IP.
Imanuel menerima aspirasi mereka dan Perbincangan antara kedua pihak berlangsung setelah beberapa menit orasi.
Aksi demonstrasi ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Sekitar 40 personel dari Polres dan Polsek Kaimana Kota tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Aksi tersebut menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan dokumen yang diduga melibatkan oknum CPNS.
Masyarakat Kaimana berharap, masalah ini segera dituntaskan dengan transparansi agar tidak merusak reputasi institusi pemerintahan setempat. (tm/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan