Fakfak – Kisah inspiratif datang dari Muhammad Rafly Ie, seorang pemuda asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang berhasil bertemu Presiden Joko Widodo berkat kepiawaiannya mengolah sampah menjadi karya seni bernilai tinggi.

Beberapa hari sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bandara Siboru, Rafly dihubungi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Fakfak, Suryaiman Iribaram, serta Kepala Bidang Persampahan saat itu, Chesty J. Sahetapy. Mereka meminta Rafly membuat cenderamata khusus yang akan diserahkan kepada Presiden.

“Saya awalnya ragu, tidak yakin cenderamata ini benar-benar akan sampai ke tangan Pak Jokowi karena keterbatasan akses dan waktu,” ujar Rafly.

Namun, berkat bantuan Engel Hindom dan Kolo, Rafly mendapat kesempatan langka untuk menyerahkan langsung karya daur ulangnya kepada Presiden di Hotel Grand, Fakfak, pada Kamis, 24 November 2023, pukul 17.00 WIT. Meski pertemuan berlangsung singkat dan tanpa perbincangan panjang, momen itu menjadi pengalaman tak terlupakan baginya.

“Saya tidak menyangka, hanya karena daur ulang sampah, saya bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia. Ini kebanggaan luar biasa bagi saya,” ungkap Rafly.

Melalui karya seninya, Rafly ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bukanlah akhir dari sesuatu, melainkan awal dari potensi baru yang bisa memberikan nilai seni sekaligus ekonomi.

“Saya ingin membuktikan bahwa sampah pun bisa memberi manfaat jika kita melihatnya dari sudut pandang berbeda,” ujarnya.

Kisah Rafly menjadi pengingat bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan bisa membuka jalan ke tempat-tempat yang tak terduga — bahkan hingga ke hadapan Presiden Republik Indonesia. (ag/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: