Fakfak — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Lomba Desain Batik Khas Fakfak tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya daerah dan penguatan identitas masyarakat Fakfak.
Dalam sambutannya pada acara penyerahan hasil lomba dan pemberian sertifikat penghargaan kepada para peserta, Ny. Nurwidayati mengawali dengan sapaan penuh kehangatan.
“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk bersilaturahmi pada acara penyerahan hasil lomba desain batik khas Fakfak,” ujarnya di hadapan tamu undangan yang terdiri atas jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, serta masyarakat Fakfak.
Ia mengungkapkan, penyelenggaraan lomba batik tersebut merupakan hasil kerja keras dan semangat kebersamaan, meski semula tidak memiliki anggaran khusus.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Bupati, beberapa kepala OPD, serta kerja keras panitia, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Mari kita beri apresiasi atas dukungan semua pihak,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.
Nurwidayati juga menyampaikan terima kasih kepada dewan juri yang terdiri dari perwakilan Dewan Adat, Lembaga Masyarakat Adat, dan pemerhati budaya yang telah memberikan penilaian objektif terhadap karya para peserta.
Menurutnya, lomba desain batik khas Fakfak bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah nyata untuk melestarikan dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya daerah sendiri.
“Kalau bukan kita yang mencintai budaya kita sendiri, siapa lagi?” katanya. “Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas dan inovasi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda Fakfak.”
Ia menambahkan, hasil karya terbaik dari lomba ini akan diusulkan kepada pemerintah daerah untuk dijadikan batik resmi yang digunakan oleh ASN, pelajar, maupun organisasi masyarakat di Kabupaten Fakfak.
“Dengan demikian, batik khas Fakfak tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga dapat menjadi identitas budaya di tingkat nasional,” katanya.
Lomba yang berlangsung pada 5–7 November 2025 ini diikuti oleh 63 peserta yang sebagian besar merupakan putra-putri asli Fakfak.
Nurwidayati menyebutkan, keputusan untuk memprioritaskan peserta lokal didasari semangat agar karya yang dihasilkan benar-benar mencerminkan tangan kreatif anak negeri Mbaham Mata.
“Kami mohon maaf jika ada peserta yang belum dapat diterima karena bukan asli Fakfak. Namun melihat antusiasme masyarakat, ke depan kami akan membuka lomba untuk kategori umum agar semakin banyak yang dapat berpartisipasi,” jelasnya.
Hasil karya para peserta akan dinilai dan diumumkan pada malam puncak peringatan Hari Jadi ke-125 Kota Fakfak, 16 November mendatang.
Sebagai Ketua Dekranasda sekaligus istri Bupati Fakfak, Nurwidayati mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pengembangan batik khas Fakfak agar menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi dan budaya.
“Batik Fakfak harus menjadi kebanggaan bersama. Mari kita kawal hasil lomba ini agar tidak berhenti di sini saja, tetapi terus dikembangkan menjadi karya yang memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan pantun penuh semangat:
Jalan-jalan ke Kota Fakfak,
Bertemu dengan gadis cantik.
Jangan lupa budaya Fakfak,
Selamat Hari Jadi Kota Fakfak!
“Dirgahayu Kota Fakfak yang ke-125. Semoga sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Reporter/Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan