Manokwari – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya sebagai jaring pengaman kesehatan masyarakat Indonesia. Delmina Maran (64), warga Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjadi salah satu penerima manfaat yang merasakan langsung pentingnya perlindungan kesehatan melalui program ini.
Delmina merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Ia sempat mengalami kondisi kritis setelah jatuh sakit dan tidak sadarkan diri usai beraktivitas di kebun. Kondisi tersebut bermula dari keluhan sakit kepala dan nyeri lambung yang ia rasakan beberapa hari sebelumnya.
“Awalnya hanya nyeri di lambung, tapi setelah sampai rumah kepala saya terasa sangat sakit. Tiba-tiba saya jatuh dan tidak sadar,” tutur Delmina saat ditemui di kediamannya di Manokwari, pekan ini.
Melihat kondisi Delmina yang memburuk, keluarga segera melarikannya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di salah satu rumah sakit di Manokwari. Berbekal kepesertaan aktif dalam Program JKN, Delmina langsung mendapatkan perawatan intensif tanpa harus membayar biaya tambahan.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Delmina mengalami gangguan aliran darah ke otak akibat kurangnya suplai oksigen, kondisi yang berpotensi fatal apabila tidak segera ditangani.
“Saya tidak menyangka kondisinya separah itu. Mungkin karena kelelahan dan kurang istirahat, apalagi usia saya juga sudah lanjut,” ujar Delmina.
Selama dirawat, seluruh biaya pemeriksaan, pengobatan, hingga rawat inap ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Ia mengaku sangat bersyukur atas pelayanan cepat dan ramah yang ia terima di rumah sakit.
“Pelayanannya sangat baik. Tidak ada biaya tambahan sama sekali. Saya hanya menunjukkan KTP, langsung dilayani. Semua obat dan tindakan medis ditanggung. Saya sangat terbantu,” katanya.
Delmina juga mengapresiasi kemudahan sistem layanan JKN saat ini yang cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP untuk mengakses fasilitas kesehatan. Bagi masyarakat lanjut usia dan tidak mampu seperti dirinya, sistem ini dinilai sangat memudahkan.
“Sekarang tidak perlu bawa banyak dokumen, cukup KTP saja. Prosesnya cepat dan tidak ribet,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah terus memperkuat dan memperluas jangkauan Program JKN hingga ke pelosok-pelosok daerah, termasuk wilayah Papua Barat, agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.
“Program ini luar biasa. Saya bisa sembuh, bahkan bisa kembali beraktivitas karena ditolong JKN. Saya harap program ini tetap ada dan makin baik ke depannya,” ucap Delmina penuh harap.
Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan telah menjadi andalan jutaan masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau. Kisah Delmina menjadi pengingat bahwa kehadiran JKN bukan sekadar jaminan administratif, melainkan penyelamat nyata di saat-saat kritis. (jw/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan