Kaimana – Ketua Dewan Adat Kaimana, Lewi Oru, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menggelar aksi di depan Kantor Dewan Adat Kaimana, Senin (24/11/2025) siang.
Ia menilai aksi tersebut sebagai praktik demokrasi yang sehat dan sejalan dengan upaya memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua (OAP).
Lewi Oru mengatakan demonstrasi GMNI menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu masyarakat adat yang selama ini diperjuangkan Dewan Adat.
“Apa yang mereka suarakan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Mereka memperjuangkan hak-hak OAP, dan itu sejalan dengan perjuangan kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dewan Adat akan terus mendukung pemerintah daerah selama kebijakan yang dijalankan berpihak pada masyarakat adat.
Dukungan organisasi seperti GMNI dinilai penting untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam proses pembangunan.
Terkait tuntutan agar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 di Kabupaten Kaimana mengakomodasi 100 persen peserta OAP, Lewi Oru menyatakan persetujuan.
Ia menegaskan, definisi OAP sebagaimana keputusan Sidang Luar Biasa Dewan Adat mencakup warga dengan garis keturunan dari ayah atau ibu yang merupakan OAP.
Menanggapi aspirasi soal penghentian pungutan biaya administrasi untuk memperoleh rekomendasi Dewan Adat, Lewi Oru menyampaikan bahwa penjelasan telah diberikan kepada peserta aksi.
Ia menegaskan komitmen menjaga transparansi dan memastikan pelayanan tidak membebani masyarakat adat. Dewan Adat berharap dialog antara masyarakat, pemuda, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk memperjuangkan kepentingan adat di Kaimana. (windes/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan