Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Perum Bulog meninjau beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Fakfak, Selasa (22/7/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, berdialog langsung dengan Kepala Perum Bulog Fakfak, Ibrahim Wairoy, terkait mekanisme distribusi, harga jual, hingga peluang kerja sama dengan koperasi lokal.

Dialog berlangsung santai namun penuh substansi. Berikut petikannya:

Kepala Perum Bulog Fakfak:
“SPHP kami salurkan melalui operasi pasar langsung atau lewat mitra ritel modern, pasar tradisional, hingga tempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat. Yang penting, harga jual ke konsumen harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.”

Bupati Samaun Dahlan:
“Kalau begitu, saya juga bisa jadi distributor dong?”

Kepala Bulog:
“Tentu saja bisa, Pak Bupati. Syaratnya cukup punya lokasi yang memadai, halaman parkir, dan listrik.”

Bupati:
“Berapa harga beras SPHP di Fakfak?”

Kepala Bulog:
“Untuk zona Maluku dan Papua, termasuk Fakfak, HET-nya Rp13.500 per kilogram.”

Bupati:
“Kalau harga di pasar umum sekarang?”

Kepala Bulog:
“Sudah menyentuh Rp16.000 per kilogram.”

Bupati:
“Harga bagus ini. Kalau saya jadi distributor, bisa juga untungnya.”

Kepala Bulog:
“Kami sudah siapkan stok 500 ton beras SPHP sampai Desember 2025.”

Bupati:
“Kalau begitu, koperasi-koperasi bisa beli langsung ke Bulog, lalu dijual di kampung-kampung. Dikelola koperasi, harga bisa tetap terjangkau.”

Kepala Bulog:
“Betul, Pak. Dari Bulog bisa dibeli Rp11.500 per kilogram, lalu dijual maksimal Rp13.500. Ini jadi peluang ekonomi bagi koperasi lokal.”

Program SPHP dijalankan oleh Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras yang cenderung naik setiap tahun. Pemerintah berharap keterlibatan koperasi dan distribusi langsung ke kampung akan memperluas jangkauan program ini dan memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

(Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: