Fakfak – Kepala Bidang Pembinaan SMP, SMA, dan SMK pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Mansur Ali, S.Pd, M.Si menyatakan dukungannya terhadap usulan pengembalian mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Ia menilai pelajaran tersebut sangat relevan untuk membentuk karakter dan moral generasi muda Indonesia.
“Saya sangat setuju. Mata pelajaran ini penting untuk diterapkan di setiap satuan dan jenjang pendidikan. Pendidikan Moral Pancasila sejalan dengan perkembangan zaman sekaligus selaras dengan nilai-nilai adat dan budaya ketimuran kita,” ujar Mansur Ali saat ditemui di Fakfak, Sabtu (3/5/2025).
Menurutnya, dalam berbagai forum pendidikan di tingkat provinsi maupun nasional, telah sering disuarakan pentingnya mengembalikan mata pelajaran PMP serta Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) ke dalam sistem pembelajaran. Usulan ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar (SD/MI), menengah (SMP/MTs, SMA/SMK/MA), hingga perguruan tinggi.
“PMP akan membentuk siswa dan mahasiswa yang beretika, bermoral, sopan santun, serta memiliki karakter dan toleransi yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Mansur menambahkan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan saran konstruktif kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, guna meninjau ulang dan menata kembali kurikulum pendidikan nasional.
“Sudah saatnya kita bergandengan tangan demi masa depan generasi yang lebih bermartabat dan berkarakter,” pungkasnya. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan