Kaimana — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana, Papua Barat, mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki ruas jalan menuju Distrik Yamor yang mengalami kerusakan parah.
Kondisi jalan sepanjang kurang lebih 40 kilometer itu disebut nyaris tidak bisa dilalui kendaraan.
“Jalan tersebut memang sudah rusak parah dan tidak bisa dilewati lagi oleh kendaraan. Karena itu, harus segera mendapat perhatian untuk diperbaiki,” ujar anggota DPRK Kaimana dari jalur Otonomi Khusus, Septinus Marariampi, Sabtu (28/9/2025).
Menurut Septinus, jalan menuju Yamor telah lama rusak tanpa penanganan nyata dari pemerintah. Warga bahkan sempat memblokade Jalan Trans Papua di Kilometer 39 sebagai bentuk protes agar masalah ini segera ditangani.
“Jalan ini dulunya dibangun oleh perusahaan, tetapi hingga kini tidak pernah dirawat. Padahal, ini akses vital bagi masyarakat Yamor untuk merujuk pasien maupun menjual hasil hutan mereka,” jelasnya.
Kerusakan jalan membuat masyarakat Yamor lebih memilih menjual hasil hutan mereka ke Kabupaten Nabire dan Teluk Wondama.
Selain jarak lebih dekat, biaya transportasi pun lebih murah dibandingkan membawa hasil panen ke Kaimana.
Sebagai perwakilan masyarakat adat di Distrik Teluk Etna dan Yamor, Septinus mengaku telah menyampaikan persoalan ini ke Dinas Pekerjaan Umum Kaimana.
Ia mendorong agar pemerintah melakukan pengerasan jalan sebagai langkah awal sebelum pengaspalan penuh.
“Kalau langsung diaspal pasti butuh biaya besar. Tapi kalau pengerasan, setidaknya bisa dipakai dulu oleh masyarakat, apalagi sebentar lagi masuk masa Natal,” katanya.
Septinus menegaskan, pembenahan akses transportasi ke Yamor sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar mobilitas warga tidak terus terhambat. (wind/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan