Fakfak – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Fakfak melakukan kegiatan jemput bola di 36 kampung sepanjang tahun 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki dan memvalidasi data administrasi kependudukan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota.
Kepala Dinas Dukcapil Fakfak, Saleh Hindom, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warga tercatat secara resmi dalam dokumen kependudukan.
“Beberapa tahun terakhir kami melihat perlunya revisi dan pemutakhiran data, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Tahun ini kami sudah menyasar 36 kampung dalam program jemput bola,” ujar Saleh saat ditemui wartawan PrimaRakyat.com di ruang kerjanya, Selasa (17/6/2025).
Dalam pelaksanaannya, Dukcapil menemukan sejumlah persoalan yang kerap terjadi di lapangan, termasuk terkait Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Banyak hal yang perlu kami benahi, mulai dari jumlah anggota keluarga yang tidak sesuai, status pendidikan, data RT, hingga akta kelahiran anak-anak yang belum tercatat. Semua ini penting agar tidak ada warga Fakfak yang tercecer dari sistem administrasi kependudukan,” jelasnya.
Menurut Saleh, program jemput bola menjadi solusi atas keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan anggaran yang dimiliki dinas saat ini.
“Kami berharap ada partisipasi aktif dari masyarakat. Ketika pelayanan dilakukan di kampung, kami mengimbau warga untuk ikut serta, agar data yang belum tercatat bisa segera kami perbaiki. Prinsip kami adalah mencatat semua peristiwa penting, sehingga semua warga tercakup dalam dokumen resmi,” tandasnya.
(Reporter: Muhammad Rafli Ie)
(Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan