Saumlaki — Tokoh muda Kormomolin, Edison Lababtar, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam menangani konflik antara Desa Alusi Krawain dan Desa Alusi Kelaan yang terjadi beberapa pekan lalu.

Ia menilai respons proaktif pemerintah menjadi faktor penting yang mampu meredam potensi meluasnya ketegangan antarwarga.

Saat ditemui di kantornya, Jumat (12/12/2025), Edison Lababtar, SE., M.Pd., menyampaikan bahwa Sekretaris Daerah Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi setelah laporan konflik diterima.

“Ini menunjukkan pemerintah tidak hanya mengandalkan rapat di kantor, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk memastikan langkah penanganan dilakukan secara tepat,” tuturnya.

Edison menyoroti kebijakan pemblokiran hak-hak perangkat desa terkait serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebagai langkah tegas pemerintah. Ia menilai kebijakan tersebut efektif memberikan sinyal kuat soal akuntabilitas perangkat desa.

Meski demikian, Edison mengapresiasi keputusan pemerintah tetap menjamin pencairan hak-hak masyarakat agar pelayanan publik tidak terganggu.

Menurutnya, kebijakan itu memberi “efek jerat” yang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.

“Ketika hak perangkat dibatasi dan pemeriksaan oleh Inspektorat diusulkan, itu menunjukkan bahwa kelalaian dalam menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.

Edison berharap pendekatan tegas namun berpihak pada masyarakat tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Ia meyakini langkah cepat pemerintah, jika konsisten dilakukan, akan memperkuat kepercayaan publik dan membantu mencegah terulangnya konflik antar desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: