Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar bertemu dengan Paus Leo XIV di Vatikan, Sabtu (17/5/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh makna itu, Muhaimin yang akrab disapa Gus Imin menyampaikan komitmen Indonesia untuk membangun dunia yang lebih manusiawi dan adil, berlandaskan nilai-nilai cinta kasih.

“Perjumpaan dengan Sri Paus bukan semata bentuk penghormatan, melainkan penegasan komitmen bersama dalam membangun dunia dengan semangat pelayanan, bukan dominasi. Cinta dan kasih sayang harus menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa,” ujar Gus Imin dalam keterangan resmi, Minggu (18/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Imin juga menyerahkan pesan resmi dari Presiden Republik Indonesia kepada Paus Leo XIV.

Pesan tersebut berisi dukungan penuh Indonesia terhadap kerja sama bilateral dengan Vatikan dalam menjaga perdamaian dunia, memperjuangkan hak-hak kemanusiaan, serta memberdayakan masyarakat miskin dan terpinggirkan.

Paus Leo XIV dalam pidatonya menekankan pentingnya kasih sebagai jalan sejati dalam pelayanan.

Ia menyampaikan bahwa dunia yang damai dan adil hanya dapat terwujud jika relasi antarumat manusia dibangun atas dasar cinta, bukan kekuasaan.

“Harapan Sri Paus untuk mempersatukan seluruh Gereja Katolik dunia sebagai kekuatan yang menyembuhkan dan menyatukan merupakan cita-cita luhur yang sejalan dengan tekad Indonesia menjaga perdamaian global,” kata Gus Imin.

Ia juga menyoroti fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjaga kebinekaan sebagai pilar utama persatuan nasional dan kesejahteraan bersama.

“Di tengah ketidakpastian global dan konflik yang merajalela di berbagai belahan dunia, harapan Sri Paus memberi ketenangan dan keyakinan bagi seluruh masyarakat dunia,” ucapnya.

Pertemuan itu, menurut Gus Imin, bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah panggilan moral bagi para pemimpin dunia untuk menempatkan nilai kasih, kemanusiaan, dan keadilan sebagai inti dari pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

“Ini adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali arah pembangunan global yang berlandaskan pada kemanusiaan,” tandasnya. (ds/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: