Fakfak – Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak melaksanakan ibadah Minggu dengan penuh khidmat, Minggu (9/11/2025).
Ibadah yang dimulai pukul 06.00 WIT ini dipimpin oleh Pdt. FD. Maspaitela, S.Si., M.M, dengan pembacaan firman Tuhan dari Injil Yohanes 15:1–8 yang mengusung tema “Hidup yang Berbuah dalam Kristus.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Maspaitela menekankan pentingnya setiap orang percaya untuk senantiasa tinggal di dalam Kristus agar hidupnya menghasilkan buah yang baik.
“Tanpa Kristus, manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Namun, ketika kita hidup di dalam Dia, kasih dan karya kita akan berbuah dan menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya di hadapan jemaat.
Ia mengajak umat untuk tidak hanya memahami firman secara intelektual, tetapi juga menghidupinya dalam keseharian.
“Tinggal di dalam Kristus berarti hidup bersama Dia dalam kasih, doa, dan ketulusan. Hidup yang berbuah bukanlah tentang pencapaian duniawi, melainkan tentang karakter yang mencerminkan kasih Allah,” tutur sang pendeta.
Lebih lanjut, Pdt. Maspaitela menyinggung peran keluarga Kristen di tengah perubahan zaman yang cepat.
Menurutnya, iman yang berakar pada Kristus akan memampukan setiap keluarga untuk tetap kokoh dan menjadi teladan dalam masyarakat.
“Seorang suami yang hidup di dalam Kristus akan memimpin dengan kasih dan kesabaran. Seorang istri yang berpegang pada Kristus akan menebar kebaikan dan menjadi sumber kekuatan bagi keluarganya. Demikian pula anak-anak yang tinggal dalam Kristus akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan beriman,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, harus dilakukan dengan kesungguhan hati sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan.
“Bekerjalah bukan karena dilihat atasan, tetapi karena kita tahu bahwa melalui kerja yang jujur dan setia, kita sedang menjadi berkat bagi banyak orang,” ucapnya penuh makna.
Dalam bagian penutup khotbah, Pdt. Maspaitela mengingatkan jemaat agar tetap tekun berdoa dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Kasih Allah tidak selalu hadir dalam kemudahan, tetapi sering kali justru melalui proses yang berat sakit, kecewa, dan pergumulan hidup. Semua itu adalah cara Tuhan menumbuhkan buah rohani dalam diri kita,” tegasnya.
Ia menutup ibadah dengan ajakan untuk memperdalam relasi pribadi dengan Tuhan melalui doa dan perbuatan kasih.
“Marilah kita hidup berbuah dalam Kristus menjadi terang di tengah dunia yang haus akan kasih dan kebenaran,” pungkasnya.
Reporter/Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan