Fakfak – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Administrasi Publik STIA Asy-Safi’iyah Fakfak bekerjasama dengan embaranmedia.com menggelar pelatihan Jurnalistik di Aula Kampus STIA Asy-Safi’iyah Fakfak, Jumat (19/7/2024) siang.
Pelatihan Jurnalistik mengusung tema: Membantuk Jurnalistik Muda Kreatif dan Kritis Melalui Etika “Jurnalistik” diikuti sebanyak 50 mahasiswa-mahasiswi STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak.
Ketua STIA Asy-Syafi’Iyah Fakfak, Drs Hi. Mustaqhfirin, M.Si membuka pelatihan tersebut mengatakan, pelatihan jurnalistik ini sangat penting untuk memberikan literasi kepada mahasiswa-mahasiswi.
“Apa itu jurnalistik, jurnalistik adalah mencari, mengolah, menulis dan menyebarluaskan informasi kepada orang lain, itu bisa publik dan per orangan,” ujar Hi Mustaqhfirin.
Mustaqhfirin berharap, peserta menyimak materi pelatihan jurnalistik yang disampaikan pemateri dengan baik sehingga dapat berkarya sebagai seorang jurnalistik.
“Anda kuliah selama 4 tahun setelah keluar apa yang harus anda lakukan, kuliah selama 4 tahun dalam rangka membekali diri untuk meningkatkan kemampuan literasi anda, Jurnalistik merupakan salah satu solusi,” kata Hi Mustaqhfirin.
“Mahasiswa STIA Asy-Safi’iyah ada yang berminat menjadi Jurnalis silahkan, ada yang berminat membentuk kelompok seni budaya silahkan, saya berikan leluasaan, kenapa karena setelah anda kuliah, kalau mau mengabdi di Pemda, kursi tidak cukup, tidak semua anda diterima di sana (Pemda),” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMP Administrasi Publik, Arif Arya Lutfi Sanaky menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada peserta pelatihan jurnalistik.
“Ini kesempatan bagi teman-teman untuk mengetahui apa itu Jurnalistik yang akan disampaikan oleh Pemateri dan saya berharap proaktif sehingga dapat menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang Jurnalistik dari pemateri, mari terus belajar sehingga dapat bermanfaat bagi kampus dan khususnya bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pintanya.
Lutfi Sanaky menambahkan, Pengurus HMP Administrasi Publik terus melakukan kegiatan-kegiatan yang beredukatif kepada mahasiswa-mahasiswi STIA Asy-Syafi’iyah.
“Kegiatan-kegiatan beredukatif ini kami lakukan agar mahasiswa-mahasiswi dapat menggali serta menciptakan potensi diri untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman kedepan,” ujarnya.
Koordinator Team Work Pelatihan Jurnalistik HMP Administrasi Publik, Cantika Setia Ningsih dalam laporannya mengatakan, pelatihan jurnalistik ini bertujuan menambah pengetahuan mahasiswa-mahasiswa STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak tentang Jurnalistik.
“Mengasah skill atau Kemampuan mahasiswa-mahasiwi STIA Asy-Syafi’iyah dalam mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada saluran tersedia dalam hal ini media,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik, sebut Cantika, sebanyak 50 orang berasal dari mahasiswa-mahasiswi SIA Asy-syafi’iyah Fakfak.
Pelatihan Jurnalistik ini menghadirkan Pemateri atau Narasumber Salmon Teriraun Pemimpin Redaksi PrimaRakyat.com, yang menyampaikan materi tentang “Mengenal Dunia Jurnalistik”.
Dalam materinya, Salmon Teriraun mengulas tentang apa itu Jurnalistik? Menurutnya, Juranlistik selalu dihubungkan dengan kegiatan wartawan atau Media Massa.
“Jurnalistik berasal dari bahasa Prancis, Journal. Artinya catatan harian. Jurnalistik merupakan kegiatan untuk menyampaikan pesan atau berita kepada khalayak ramai (massa), melalui sarana media, baik media cetak maupun media elektronik,” ujarnya.
Juga sambung Salmon, sebagai cabang ilmu sosial yang mempelajari bagaimana mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasih baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.
“Hal ini tertuang dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomoe 40 Tahun 1999 tentang Pers,” jelasnya.
Sedangkan Media Massa, kata Salmon, kepanjangan dari Media Komunikasi Masa, yaitu saluran atau alat, atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa.
“Komunikasi Massa sendiri singkatan dari Komunikasi Media Massa yang artinya menyampaikan pesan, gagasan atau informasih yang ditujukan kepada orang banyak melalui media masa,” kata Salmon.
Kaitan antara Jurnalistik, Pers, dan Media Massa, sambung Salmon. jika dicermati, maka pengertian “Jurnalistik” Media Massa dan “Pers” sama-sama bermuara pada dunia kewartawanan dan kepenulisan.
“Ketiga istilah itu berkaitan erat satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan, pengertian Jurnalistik lebih mengarah pada aktivitas atau proses kerja wartawan dan kepenulisan. Media massa mengarah pada benda atau produk aktivitas. Sedangkan Pers lebih mengandung pengertian lembaga atau perusahaan yang bergerak dibidang penyiaran hasil kerja wartawan atau kepenulisan,” jelasnya.
Peserta juga mendapat materi tentang unsur-unsur menulis berita, yaitu 5W+1H (Who: Siapa, What: Apa, Where: Dimana, When: Kapan waktu, Why: Mengapa dan How: Bagaimana).
“Unsur-unsur 5W+1H inilah yang digunakan para wartawan atau jurnalis untuk menulis berita setelah mewawancarai narasumber maupun kegiatan-kegiatan liputan yang bersifat seremonial atau peristiwa,” jelasnya.
Setelah peserta dibekali teori, juga melakukan praktek wawancara, yakni peserta mewawancarai narasumber yang telah disediakan Panitia dalam bentuk Doorstop Interview atau wawancara cegat narasumber, yang dilanjutkan dengan penulisan berita.
Pelatihan Jurnalistik ini berakhir ditutup secara resmi oleh Direktur PT. Embaran Promedia Utama, Achmad Zauhari Tuhepaly, yang juga Pemimpin Redaksi Embaranmedia.com, dilanjutkan dengan penyerahan Sertifikat Pelatihan Jurnalistik kepada peserta. (pr)
POTRET KEGIATAN PELATIHAN JURNALISTIK:




















Tinggalkan Balasan