Sorong – Seorang tenaga honorer Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Abraham Franklin Delano Kambu, ditemukan tewas setelah diduga dicegat dan diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Senin (9/3/2026) pagi.

Korban yang tengah dalam perjalanan menuju Distrik Fef ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah genangan air dengan sejumlah luka di tubuhnya. Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran warga lantaran terjadi di jalur yang kerap dilalui masyarakat.

Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban diduga dihadang oleh OTK saat melintas di lokasi pada Minggu (8/3/2026) malam sekitar pukul 19.35 WIT. Saat itu, korban tengah dalam perjalanan dari Sorong menuju Fef dan sempat bertemu rekannya, Anderson Herman Anum, di Kampung Mega.

Keduanya sepakat melanjutkan perjalanan bersama menggunakan sepeda motor masing-masing. Namun nahas, saat tiba di Kampung Banfot yang minim penerangan, korban langsung dihadang oleh seseorang dari pinggir jalan.

“Betul, korban dicegat oleh OTK. Karena kejadian malam hari dan kondisi gelap, saksi tidak melihat secara pasti sosok tersebut. Saksi yang berada sekitar 15 meter di belakang korban melihat Abraham tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor. Merasa terancam, saksi langsung memutar arah dan mencari perlindungan di Pos Satgas TNI terdekat,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Jasad korban baru ditemukan keesokan paginya oleh personel gabungan TNI-Polri. Kapolres membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya suara tembakan di lokasi kejadian.

Berdasarkan penyelidikan awal dan kondisi fisik korban, tidak ditemukan luka akibat proyektil peluru. Hasil visum sementara menunjukkan korban tewas akibat senjata tajam. Suara keras yang sempat memicu kepanikan warga diduga berasal dari benturan kendaraan dengan drum pembatas jalan, bukan tembakan senjata api.

Meski sempat terjadi kepanikan, pihak kepolisian memastikan situasi di Kabupaten Tambrauw saat ini telah terkendali. Aparat gabungan terus melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian guna menjamin keamanan masyarakat. Kapolres mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar.

“Aktivitas masyarakat berjalan normal. Saat ini kami fokus mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban,” tutupnya. (cr-10/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: