Fakfak — Ibadah Minggu pertama di bulan Januari 2026 yang berlangsung di dipenuhi suasana sukacita dan refleksi rohani, Minggu (4/1/2026) pagi.

Ibadah awal tahun ini dipimpin Pendeta Albertina Iha, S.Th, dengan khotbah yang menekankan pentingnya kepedulian, perdamaian, dan kepercayaan kepada Allah dalam menjalani tahun yang baru.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Kejadian 13:1–18, Pendeta Albertina mengangkat tema “Allah Peduli Kita Seperti Allah Peduli Abraham dan Lot.”

Ia mengajak jemaat untuk memaknai tahun 2026 bukan sekadar sebagai pergantian kalender, melainkan sebagai kesempatan baru yang diberikan Tuhan untuk memperbarui sikap hidup, relasi, dan iman.

“Tahun yang baru adalah kesempatan dari Tuhan untuk kita masuk, menikmatinya, lalu melakukan perubahan dan pembaruan dalam hidup,” ujar Pendeta Albertina di hadapan jemaat.

Ia menekankan konteks bacaan tentang Abraham dan Lot menunjukkan situasi transisi dan krisis identitas, ketika manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidup.

Konflik antara para gembala Abraham dan Lot, menurutnya, menjadi cermin realitas kehidupan umat yang kerap diperhadapkan pada perbedaan kepentingan.

Pendeta Albertina menyoroti sikap Abraham yang memilih mengalah demi menjaga perdamaian.

Ketika terjadi pertengkaran, Abraham justru memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih lebih dahulu wilayah penggembalaan. Sikap ini, kata dia, menunjukkan kepedulian dan kedewasaan iman.

“Janganlah kiranya ada pertengkaran antara aku dan engkau, sebab kita ini kerabat. Inilah inti dari hidup berjemaat: menjaga persaudaraan dan kedamaian,” tuturnya, merujuk Kejadian 13:8.

Ia juga mengingatkan jemaat agar berhati-hati dalam mengambil keputusan hidup. Lot, menurutnya, memilih berdasarkan apa yang tampak indah di mata manusia, tanpa mempertimbangkan kehendak Tuhan.

Sebaliknya, Abraham memilih percaya penuh kepada penyertaan Allah, dan justru menerima janji berkat.

“Allah peduli ketika kita harus membuat pilihan hidup. Karena itu, setiap keputusan seharusnya dibawa dalam doa dan penyerahan kepada Tuhan,” katanya.

Pendeta Albertina mengajak jemaat untuk mengawali tahun 2026 dengan semangat hidup saling peduli, menjaga relasi yang damai, serta aktif membangun persekutuan dengan Tuhan melalui ibadah dan pelayanan.

Menurutnya, iman yang sejati bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Allah tidak pernah setengah-setengah kepada kita. Karena itu, janganlah kita percaya kepada-Nya dengan setengah hati,” ujarnya.

Ibadah Minggu awal tahun tersebut menjadi momentum refleksi bersama bagi jemaat GKI Jemaat Imanuel Fakfak untuk menata langkah hidup di tahun yang baru, dengan keyakinan bahwa Allah yang peduli kepada Abraham dan Lot, juga peduli kepada umat-Nya hari ini. (st/pr)