Fakfak – Setelah mengikuti Pawai Fajar Paskah, Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak melanjutkan rangkaian perayaan dengan Ibadah Paskah yang berlangsung pada pukul 06.00 WIT di Gedung Gereja GKI Imanuel Fakfak, Minggu (6/4/2026) pagi.
Ibadah dipimpin Ketua Majelis Jemaat GKI Imanuel Fakfak, Pendeta Frangky Paksoal, S.Th. Dalam khotbah yang diambil dari Injil Markus 16:1–8 tentang kebangkitan Yesus, ia mengangkat tema “Kebangkitan Yesus yang Membawa Harapan.”
Dalam khotbahnya, Pendeta Frangky menegaskan perayaan Paskah bukan sekadar tradisi tahunan gereja, melainkan peringatan akan kabar kemenangan iman bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian.
“Paskah mengingatkan kita bahwa Kristus telah bangkit dan membaharui kemanusiaan kita. Kebangkitan-Nya menghadirkan harapan baru bagi kehidupan manusia,” ujarnya di hadapan jemaat.
Ia menjelaskan kisah perempuan-perempuan yang datang ke kubur Yesus pada pagi hari, sebagaimana dicatat dalam Injil Markus.
Mereka datang dengan hati yang penuh kesedihan dan pergumulan, namun mendapati bahwa batu kubur telah terguling dan tubuh Yesus tidak lagi berada di sana.
Menurut Frangky, peristiwa kubur kosong menjadi inti iman Paskah, karena menunjukkan bahwa kematian tidak memiliki kuasa terakhir.
“Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa kuasa Allah lebih besar dari dosa, penderitaan, bahkan kematian. Karena Kristus hidup, maka harapan bagi manusia juga tetap hidup,” katanya.
Ia juga mengajak jemaat untuk memaknai Paskah sebagai panggilan untuk hidup dalam pembaruan. Kebangkitan Kristus, kata dia, harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap kasih, pengampunan, dan membawa damai di tengah kehidupan masyarakat.
Ibadah Paskah berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Melalui perayaan tersebut, jemaat diingatkan kembali terang kebangkitan Kristus selalu membawa harapan baru bagi kehidupan orang percaya.
Resporter/Editor: Salmon Teriraun
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan