Fakfak – Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak melaksanakan ibadah subuh dipimpin Pendeta F.D. Maspaitela, S.Si, Minggu (16/3/2025).

Ibadah yang dimulai pukul 06.00 WIT ini mengangkat tema “Petrus akan Menyangkal Yesus,” berdasarkan Matius 26:30-35.

Dalam khotbahnya, Pendeta Maspaitela mengajak jemaat untuk merenungkan perjalanan Yesus menuju salib, yang bukan hanya menghadapi perlawanan dari para pemimpin agama Yahudi, imam kepala, dan ahli Taurat, tetapi juga menghadapi pergumulan batin murid-murid-Nya sendiri.

Yesus menyadari bahwa iman murid-murid-Nya terguncang, terutama ketika menghadapi penderitaan yang akan datang.

Salah satu murid yang paling bersemangat, Petrus, dengan yakin menyatakan bahwa ia tidak akan pernah menyangkal Yesus. Namun, Yesus berkata kepadanya:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.” (Matius 26:34)

Meskipun Petrus bersikeras bahwa ia akan tetap setia bahkan sampai mati, kenyataan berkata lain. Ketika menghadapi tekanan, Petrus akhirnya menyangkal Yesus sebanyak tiga kali.

Pendeta Maspaitela menekankan bahwa kisah ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Petrus merasa dirinya lebih kuat dibanding murid-murid lain, tetapi ia lupa bahwa mengandalkan kekuatan sendiri tanpa bersandar pada Tuhan bisa membuatnya jatuh dalam pencobaan.

Hal ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, kita tidak boleh terlalu percaya diri dengan kekuatan kita sendiri, tetapi harus selalu bersandar pada Tuhan.

Dalam Doa Bapa Kami, kita diajarkan untuk berdoa, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.”

Iblis akan selalu mencari cara untuk menjatuhkan iman kita. Bahkan, godaan itu bisa datang dari orang-orang terdekat kita, seperti yang dialami Ayub.

Dalam penderitaannya, Ayub tidak hanya diuji dengan kehilangan harta dan keluarganya, tetapi juga oleh perkataan istrinya dan sahabat-sahabatnya. Namun, Ayub tetap setia kepada Tuhan, dan pada akhirnya Tuhan memberkati kehidupannya lebih dari sebelumnya.

Pendeta Maspaitela mengajak jemaat untuk tetap kuat dalam iman, terutama saat menghadapi tantangan dan pencobaan.

“Jika kita jatuh dalam dosa, jangan berlarut-larut, tetapi segera kembali kepada Tuhan, karena Dia selalu siap untuk memulihkan kita,” ujar Pendeta Maspaitela.

Kesimpulan dari khotbah ini adalah bahwa sebagai orang percaya, kita harus berpegang teguh pada iman dalam situasi apapun, bahkan saat menghadapi kesulitan.

Tidak mudah terpengaruh oleh tekanan atau lingkungan, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Hidup dalam ketergantungan pada Tuhan, bukan pada kekuatan sendiri. Belajar dari kesalahan, bertobat, dan bertumbuh dalam iman.

Saat kita memahami identitas kita dalam Kristus, kita tidak akan mudah goyah. Tuhan menghendaki kita untuk tetap setia, karena di dalam kesetiaan itulah kita menemukan kekuatan sejati. (Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: