Fakfak — Pengurus Ikatan Keluarga Jawa Raya (Ikawara) Kabupaten Fakfak masa bakti 2025–2030 menggelar pertemuan rutin pertama pada tahun 2026 yang sekaligus dirangkaikan dengan rembug atau rapat kerja penyusunan program tahunan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (10/1/2026) lalu mulai pukul 21.00 WIT hingga dini hari, bertempat di Pendopo Griyo Raharjo, dekat Asrama Haji, Kelurahan Dulanpokpok, Distrik Pariwari.

Ketua Ikawara Kabupaten Fakfak, Drs H. Jumroni, MM, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan eksistensi Ikawara agar semakin memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang sosial kemasyarakatan.

“Ikawara harus hadir dan memberi manfaat bagi sesama warga Jawa di Kabupaten Fakfak, sekaligus turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah secara umum,” kata Jumroni.

Ia juga menyoroti sejumlah hal strategis yang perlu menjadi perhatian organisasi, mulai dari mekanisme pengumpulan dan pemanfaatan dana secara efisien, pemutakhiran data warga Jawa di Fakfak, hingga penataan legalitas aset Ikawara.

Selain itu, Jumroni mengimbau warga yang belum tergabung dalam paguyuban untuk segera bergabung pada salah satu paguyuban yang berada di bawah Ikawara.

“Kita berharap persatuan dan kekompakan semakin kuat. Dengan bergabung dalam paguyuban, komunikasi lebih mudah dan persoalan yang mungkin muncul dapat diselesaikan lebih cepat,” ujarnya.

Rembug program kerja yang bertepatan dengan pertemuan rutin bulanan Januari 2026 itu diikuti para ketua atau perwakilan paguyuban, koordinator, serta anggota bidang-bidang kepengurusan Ikawara.

Sejumlah bidang yang hadir di antaranya bidang keagamaan, seni dan budaya, sosial kemasyarakatan, serta bidang lainnya, termasuk Pemberdayaan Perempuan.

Kegiatan ini juga dihadiri Dewan Sesepuh Ikawara, Dewan Pertimbangan, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, serta Bendahara.

Dari hasil musyawarah, pengurus menyepakati sejumlah agenda prioritas untuk tahun 2026. Di antaranya, penyusunan mekanisme pengumpulan dana yang dinilai lebih baik, pendataan ulang warga Jawa di Kabupaten Fakfak, serta pendataan dan pengaktifan kembali kesenian Jawa.

Selain itu, Ikawara turut merancang program penguatan kegiatan UMKM, serta kegiatan sosial dan keagamaan seperti menjenguk warga yang sakit atau tertimpa musibah, kerja bakti, donor darah, doa bersama pada momen tertentu, pengajian ibu-ibu, olahraga bersama, dan melanjutkan program lama yang telah berjalan.

Melalui rapat kerja tersebut, Ikawara menegaskan komitmennya untuk memperkuat solidaritas warga Jawa di Fakfak sekaligus menjaga peran organisasi sebagai mitra sosial kemasyarakatan di daerah. (st/pr)