Bula Kepala Bidang PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Seram Bagian Timur (SBT), Ilham Wokas, menegaskan pihaknya telah mengantongi bukti-bukti terkait dugaan penyerangan rumah warga oleh oknum Brimob serta serangan verbal terhadap HMI melalui media sosial.

Menurut Ilham, serangan yang terjadi tidak hanya menyasar secara fisik, tetapi juga melalui dunia maya dengan melibatkan akun-akun yang diduga dimiliki oleh oknum aparat dan keluarga mereka.

“Yang menyerang HMI di media sosial itu bukan orang lain. Diduga ada oknum aparat kepolisian maupun Brimob yang tidak menerima pernyataan Ketua Umum HMI Cabang SBT, Ali Yusba Kelilauw,” ujarnya di Sekretariat HMI SBT, Desa Wilola, Rabu (24/9/2025).

Ia menyebut, sejumlah istri anggota Brimob maupun polisi turut aktif menyerang HMI lewat unggahan di media sosial, bahkan ada akun-akun yang ikut memprovokasi dengan maksud memperkeruh suasana.

“Beberapa postingan yang beredar jelas merupakan upaya provokasi. Ini merusak hubungan baik antara HMI dan aparat kepolisian di Kabupaten SBT,” tegasnya.

Ilham menambahkan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini dan mengajak seluruh kader serta alumni HMI untuk tetap siaga menghadapi segala bentuk provokasi.

“Siaga Jilid II adalah langkah menjaga marwah organisasi. Kami meminta seluruh kader dan alumni HMI di SBT tetap solid dalam mengawal masalah ini,” katanya.

Dengan bukti-bukti yang telah dikantongi, Ilham menegaskan HMI SBT tidak akan tinggal diam menghadapi upaya provokasi yang berpotensi memecah hubungan masyarakat dengan aparat penegak hukum. (ag/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: