Fakfak – Situs bersejarah peninggalan masa penjajahan Jepang yang berada di wilayah Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat masih terjaga keasliannya hingga kini.
Salah satu peninggalan yang masih bisa ditemukan adalah sebuah bak besar yang dulunya digunakan untuk menampung kepala manusia, sebagai bagian dari praktik kekejaman tentara Jepang saat itu.
Raja Patipi, Atarai Iba, menyampaikan hal tersebut dalam pernyataannya kepada PrimaRakyat.com di Fakfak, Jumat (2/5/2025).
Ia menegaskan, lokasi tersebut belum mengalami perubahan dan tetap berada dalam kondisi seperti sedia kala.
“Sampai sekarang tempatnya tidak diubah-ubah. Bak penampungan kepala manusia itu masih ada dan menjadi saksi bisu kekejaman masa lalu,” ujarnya.
Atarai Iba mengungkapkan, pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 1803/Fakfak dan Komando Resor Militer (Korem) 182 Jazira Onim, guna mendorong perhatian terhadap situs tersebut.
“Insya Allah, dalam waktu dekat Komandan Korem akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersejarah ini. Kami sudah berkoordinasi dan berdiskusi cukup banyak dengan beliau,” ungkapnya.
Rencana kunjungan Komandan Korem dijadwalkan akan dilakukan setelah agenda resmi beliau mereda. Lokasi yang akan dikunjungi terletak di Teluk Patipi, tepatnya di depan Patipi Pasir, pada sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama Patipi Satu, yang merupakan kampung tua masyarakat setempat.
Raja Patipi menekankan pentingnya pelestarian situs tersebut sebagai bagian dari identitas dan memori sejarah lokal.
“Ke depan, kami akan bersihkan area itu tanpa mengubah bentuk atau maknanya. Tempat itu harus dijaga dan dilestarikan, jangan sampai dirusak atau dihilangkan dari ingatan generasi,” tegasnya. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan