Fakfak – Kerukunan Nunusaku/Ambon, Johanis Toisuta, dengan tegas menyatakan bahwa Konferensi Ke III Dewan Adat Mbaham Matta yang dijadwalkan berlangsung pada 5 November 2025 harus menghasilkan rekomendasi penting, yaitu Bahasa Fakfak harus resmi masuk menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah di Kabupaten Fakfak.
Pernyataan tersebut disampaikan Jhon Toisuta sapaan akrabnya dalam rapat persiapan bersama para wali suku dan Panitia Konferensi Ke III Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak, bertempat di Sekretariat Dewan Adat Mbaham Matta setempat, Sabtu sore (26/4/2025).
“Tidak boleh ada tawar-menawar dalam hal ini. Pemerintah harus menerima muatan lokal Bahasa Fakfak, karena undang-undang sudah mengisyaratkan itu,” tegasnya.
Toisuta mencontohkan pengalamannya saat berkuliah di Jawa, di mana ia diwajibkan belajar Bahasa Jawa meski hanya memperoleh nilai kecil. Menurutnya, ini menunjukkan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai identitas lokal.
“Kenapa di Fakfak kita tidak memasukkan Bahasa Fakfak sebagai muatan lokal? Di Jawa saja saya harus belajar Bahasa Jawa, walaupun hanya dapat nilai 3 dan 4,” ungkap Toisuta.
Ia juga menyoroti praktik serupa di daerah lain seperti Bali, di mana budaya Bali, termasuk tarian tradisional, sudah diajarkan sejak di bangku sekolah. Karena itu, Toisuta menekankan bahwa di bawah payung Otonomi Khusus (Otsus), Kabupaten Fakfak seharusnya lebih berani memperkuat bahasa dan budaya lokal di dunia pendidikan.
Selain Bahasa Fakfak, Toisuta juga mendorong agar budaya daerah lebih dihidupkan melalui muatan lokal. Ia menyebut bahwa selama ini hanya ada sedikit inisiatif, seperti yang dilakukan oleh Freddy Waropopor yang memiliki sanggar seni. Padahal, menurutnya, pemerintah sudah memiliki lembaga budaya melalui Dinas Pariwisata, yang seharusnya bisa menjadi motor penggerak pelestarian budaya di sekolah-sekolah.
“Budaya juga bisa masuk muatan lokal di seluruh sekolah di Kabupaten Fakfak,” tandasnya.
Konferensi Ke III Dewan Adat Mbaham Matta ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen dalam menjaga dan melestarikan bahasa serta budaya Mbaham Matta di tengah arus perubahan zaman. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan