Langgur – Jembatan penghubung Rumadian-Dian di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), mengalami ambruk pada Selasa (11/3/2025) dini hari.
Insiden ini mengakibatkan satu unit mobil yang mengangkut 10 penumpang, termasuk para pedagang, terjatuh ke laut. Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIT, saat mobil sedang melintasi jembatan yang kondisinya sudah lama dikeluhkan oleh warga setempat.
Menurut keterangan saksi mata, Erik, warga Debut, jembatan tersebut tiba-tiba runtuh saat mobil berada di tengah perjalanan.
“Saat mobil lewat, tiba-tiba jembatan langsung ambruk. Sopir dan penumpang jatuh ke laut bersama muatan dagangan mereka,” ungkap Erik saat dikonfirmasi.
Beruntung, saat kejadian, air laut sedang dalam kondisi surut, sehingga seluruh penumpang dapat segera diselamatkan oleh warga sekitar.
Erik juga menyebutkan bahwa besi penyangga jembatan diduga sudah patah dan berkarat, yang menjadi penyebab utama keruntuhan.
“Jembatan ini sering rusak dan hanya diperbaiki sementara, lalu rusak lagi. Warga sudah bosan karena kondisi ini terus berulang,” tambahnya.
Erik pun meminta perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malra dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk segera membangun jembatan permanen agar tidak lagi membahayakan pengguna jalan.
“Rangka jembatan ini bekas dari Jembatan Watdek Tual. Kami butuh solusi permanen, bukan perbaikan sementara,” pintanya.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap infrastruktur transportasi di daerah terpencil. Jembatan yang ambruk bukan hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, terutama bagi para pedagang yang mengandalkan jembatan tersebut untuk mengangkut barang dagangan mereka.
Warga setempat berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun jembatan yang lebih aman dan tahan lama.
Mereka menegaskan bahwa perbaikan sementara tidak lagi menjadi solusi yang efektif, mengingat kondisi jembatan yang terus memburuk dari waktu ke waktu.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kualitas dan keamanan infrastruktur publik, terutama di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas.
Diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan, dan keselamatan serta kenyamanan masyarakat dapat terjamin. (ameks/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan