Manokwari — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Alwan Rumosan, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kemunculan virus influenza A varian H3N2 atau yang kerap disebut super flu. Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Imbauan tersebut disampaikan Alwan saat dikonfirmasi wartawan usai memimpin apel Jumat pagi di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa influenza A dikenal sebagai salah satu penyebab utama wabah flu karena memiliki kemampuan genetik yang mudah bermutasi.
“Influenza A memang berpotensi menimbulkan varian baru, termasuk H3N2 subclade tertentu, yang gejalanya bisa lebih berat dibanding flu biasa,” ujarnya.
Alwan memaparkan, gejala yang dapat muncul antara lain demam tinggi, nyeri otot hebat, sakit kepala, batuk kering, kelelahan ekstrem, hidung tersumbat atau berair, menggigil, serta sakit tenggorokan dengan onset yang relatif mendadak.
Menurut dia, penularan influenza A terjadi melalui droplet atau percikan cairan dari saluran pernapasan, serupa dengan mekanisme penularan Covid-19. Kendati demikian, penyakit ini tetap tergolong influenza yang dapat dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh.
“Yang penting aliran darah kita baik. Caranya dengan rutin berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D, serta mengonsumsi makanan sehat, terutama yang direbus. Kurangi makanan yang digoreng,” katanya.
Terkait isu merebaknya super flu sejak November hingga Desember 2025, Alwan menyebutkan hingga kini belum terdapat data pasti mengenai kasus terkonfirmasi di Papua Barat. Hal itu disebabkan masih banyak masyarakat yang mengalami gejala flu atau demam, tetapi tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Kalau bicara ada atau tidak, itu sulit diukur secara pasti. Gejala flu ada di sekitar kita, namun tidak semua diperiksa atau dirawat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan tetap melakukan pengawasan melalui pemantauan lalu lintas keluar-masuk penumpang di pintu-pintu masuk wilayah, termasuk bandara. Namun, sistem pengukuran khusus seperti pada masa pandemi Covid-19 sudah tidak lagi diberlakukan.
Di akhir keterangannya, Alwan kembali menekankan pentingnya kewaspadaan yang disertai penerapan perilaku hidup sehat.
Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat atau berkepanjangan.
“Waspada itu penting, tetapi tidak perlu takut berlebihan. Kunci utamanya ada pada perilaku hidup sehat,” pungkasnya. (jw/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan