Kaimana – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan Tenaga Kerja Kabupaten Kaimana melakukan kunjungan konsultatif ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak untuk membahas mekanisme penyaluran kuota tenaga kerja oleh perusahaan migas PT LNG Tangguh.

Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja Kabupaten Kaimana, La Bania, S.E., M.Si., mengatakan, konsultasi tersebut dilakukan untuk mencari kejelasan terkait tidak masuknya Kaimana dalam daftar daerah penerima kuota tenaga kerja dari PT LNG Tangguh, meskipun secara geografis berdekatan langsung dengan wilayah operasional perusahaan tersebut di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke Kabupaten induk, Fakfak, untuk berkonsultasi mengenai distribusi kuota tenaga kerja dari PT LNG Tangguh. Kami ingin mengetahui alasan Kaimana tidak memperoleh jatah, padahal kami berbatasan langsung,” ujar La Bania, Kamis (10/7/2025).

Hasil konsultasi menunjukkan bahwa pemberian kuota tenaga kerja oleh PT LNG Tangguh mengacu pada dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang menjadi rujukan perusahaan. Dalam dokumen tersebut, Kabupaten Fakfak tercantum sebagai salah satu wilayah terdampak proyek, sehingga secara rutin memperoleh alokasi tenaga kerja.

“PT LNG Tangguh mendasarkan penyaluran kuota pada wilayah-wilayah yang masuk dalam dokumen AMDAL. Oleh karena itu, agar Kaimana dapat memperoleh kuota serupa, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bappeda dan Litbang serta menyampaikan hal ini secara resmi kepada Bupati Kaimana,” jelasnya.

La Bania menambahkan, apabila Kabupaten Kaimana dapat diakui sebagai daerah terdampak atau mitra kerja perusahaan, maka peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor industri migas akan semakin terbuka.

“Kami berharap langkah ini dapat membuka akses penyerapan tenaga kerja langsung dari Kaimana. Ini tentu akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Upaya strategis ini menjadi penting mengingat tingginya angka pencari kerja di Kaimana. Pemerintah daerah terus berupaya menjalin sinergi lintas wilayah dan dengan pelaku industri besar demi memperluas akses lapangan pekerjaan formal bagi masyarakat lokal. (win/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: