Kaimana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana, Papua Barat, mempertegas komitmennya untuk mengeliminasi tiga penyakit menular utama, yaitu AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) pada 2030. Komitmen ini disampaikan dalam sebuah lokakarya perencanaan kesehatan daerah yang digelar baru-baru ini.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi nyata dari masyarakat yang membutuhkan perhatian. Tidak ada alasan untuk menunda langkah strategis yang terintegrasi,” ujar Asisten I Setda Pemkab Kaimana, Yacob Ahimza Irre Warere, S.STP, M.Si, membacakan sambutan Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad pada acara Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan terkait AIDS, TBC dan Malaria (ATM) di Kabupaten Kaimana 1-2 September 2025.

Data epidemiologi yang dipaparkan menunjukkan beban penyakit yang signifikan. Secara keseluruhan, Provinsi Papua Barat mencatat 5.893 kasus HIV dalam periode 2013 hingga April 2025. Sementara untuk TBC, estimasi kasus pada 2024 mencapai 3.260 dengan target penemuan 2.934 kasus. Adapun kasus positif malaria pada tahun yang sama tercatat sebanyak 7.823 kasus.

Khusus untuk Kabupaten Kaimana, hingga Januari 2025 ditemukan 910 kasus HIV. Selanjutnya, terdapat 353 kasus TBC yang masih dalam pengobatan hingga Juni 2025. Untuk malaria, daerah itu mencatat 333 kasus sepanjang 2024 dengan Angka Annual Parasite Incidence (API) sebesar 5 persen.

“Dari tujuh kabupaten di Papua Barat, baru Kabupaten Pegunungan Arfak yang mencapai eliminasi malaria. Enam lainnya, termasuk Kaimana, masih terus berjuang,” jelas Yacob.

Menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Daerah menekankan pendekatan kolaboratif. Perencanaan kebijakan kesehatan, disebutkannya, harus disusun berdasarkan data yang valid dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan.

Ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk turut berkontribusi aktif dalam upaya kolektif ini.

“Lokakarya ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, implementatif, dan menjadi panduan strategis dalam mengatasi permasalahan ATM di Kabupaten Kaimana,” tutupnya. (wind/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: