Bula –Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyoroti keterlambatan pencairan dana desa 2025 di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Kondisi ini memicu keluhan warga, sebab program pembangunan terancam mandek.
Ketua KAMMI Cabang SBT, H. Bahrudin Kesuy, mengungkapkan, hampir seluruh desa di SBT terdampak.
“Masyarakat frustasi karena dana desa tak kunjung cair, padahal APBDes sudah disusun sejak awal tahun,” tegasnya, Selasa (20/5/2025).
Bahrudin juga menyoroti wacana pergantian penjabat (PJ) kepala desa yang dinilai tidak tepat waktu.
“Ini seperti memutus rantai kerja. PJ lama sudah mengeluarkan biaya transportasi dan dokumen untuk mengurus RAB 2025. Mengganti mereka sekarang justru menghambat pencairan,” kritiknya.
Meski tak menolak rotasi jabatan, KAMMI meminta Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati Muhamad Miftah Thoha R Wattimena memberi kesempatan PJ lama menyelesaikan proses pencairan.
“Ganti boleh, tapi beri mereka ruang cairkan dana dulu,” tandasnya.
Hingga Mei 2025, dana desa untuk 198 desa di SBT belum turun. Keterlambatan ini dikhawatirkan mengganggu program infrastruktur dan stimulan ekonomi desa. KAMMI mendesak pemkab segera bertindak agar rakyat tidak jadi korban birokrasi yang lamban. (at/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan