Geser — Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Geser, Johanes Johozua Paliama, S.I.P., menegaskan pentingnya keberadaan kapal perintis dalam mendukung konektivitas antarpulau di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.

Menurut Paliama, sebagai daerah kepulauan, akses transportasi laut menjadi kebutuhan utama masyarakat. Oleh karena itu, program kapal perintis dari Kementerian Perhubungan sangat vital dalam menunjang mobilitas warga dari satu daerah ke daerah lainnya.

“Transportasi laut menjadi sangat penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti kita. Kapal perintis hadir untuk menjangkau titik-titik yang selama ini sulit diakses, sehingga masyarakat bisa berpergian dengan lebih nyaman,” ujar Paliama saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Pelabuhan Geser telah dilayani oleh beberapa armada kapal, baik milik pemerintah maupun swasta. “Kita patut bersyukur karena sudah banyak kapal yang masuk ke Pelabuhan Geser. Untuk rute ke Sorong, Papua Barat, saat ini ada dua kapal perintis, yaitu KM Sabuk Nusantara 75 dan 77, serta satu kapal swasta, KM Fajar Baru,” jelasnya.

Adapun untuk rute ke Ambon dan Tual, lanjut Paliama, tersedia dua kapal perintis yakni KM Sabuk Nusantara 80 dan 106, serta satu kapal swasta, KM Santika 5E. “Dengan total enam kapal yang beroperasi, kebutuhan transportasi laut masyarakat di SBT sejauh ini telah mencukupi,” imbuhnya.

Paliama juga menyampaikan rencana beroperasinya kembali KM Sangian pada 6 Juli 2025 mendatang. “Kembalinya KM Sangian tentu akan semakin membantu masyarakat, karena kapal tersebut melayani rute yang sangat dibutuhkan oleh warga di Seram Bagian Timur,” pungkasnya.

(Reporter: Ali Gurium)
(Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: