Semarang – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kewaspadaan menyeluruh terhadap cuaca ekstrem dan kesiapsiagaan penanganan bencana dalam pengamanan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Arahan itu disampaikan usai peninjauan kesiapan di Stasiun Tawang, Semarang, Minggu (21/12/2024).

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi itu dapat memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sarana transportasi.

“Kami juga harus waspada terhadap potensi curah hujan tinggi dan sangat tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan penanganan bencana harus benar-benar dipastikan,” ujar Listyo Sigit di hadapan jajaran.

Kapolri memerintahkan agar seluruh Satgas gabungan penanganan bencana memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan prosedur operasi standar. Pemetaan titik-titik rawan bencana, terutama di sepanjang jalur transportasi, harus dilakukan secara detail.

“Mitigasi harus disiapkan sejak awal. Termasuk rekayasa lalu lintas jika terjadi gangguan, kesiapan tim SAR dan evakuasi, hingga penentuan lokasi pengungsian yang aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menerima paparan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang mengenai kesiapan operasional dan prediksi lonjakan penumpang selama Nataru.

Ia menilai, koordinasi lintas sektor melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan operator transportasi merupakan kunci utama menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Di tengah ancaman bencana, pelayanan Nataru tetap harus berjalan optimal. Negara harus hadir, dan itu diwujudkan melalui soliditas serta sinergi seluruh pihak,” pungkas Kapolri.

Penekanan ini menjadi bagian dari upaya antisipasi menyeluruh untuk meminimalisasi dampak bencana alam sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat pada puncak arus mudik dan balik Nataru. (ds/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: