Fakfak — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, menegaskan pentingnya proses penilaian dalam Lomba Desain Batik Khas Fakfak, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-125 Kota Fakfak.

Menurut Nurwidayati, hari penyerahan hasil karya peserta sekaligus menjadi momentum penting dalam menentukan nilai dan kualitas desain yang dihasilkan.

Ia menyebut, aspek utama yang menjadi perhatian dewan juri adalah keaslian simbol-simbol khas Fakfak yang terkandung dalam setiap karya.

“Hari ini adalah hari penyerahan hasil sekaligus penilaian juri. Dalam lomba ini, yang paling penting adalah proses penilaiannya. Penilaian mencakup simbol-simbol yang memang khas Fakfak,” ujar Nurwidayati saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa simbol dan warna menjadi identitas utama dalam desain batik khas Fakfak. Warna-warna yang digunakan harus mampu merepresentasikan karakter budaya lokal serta dipadukan secara harmonis agar menciptakan kesan yang kuat.

Nurwidayati menambahkan, tim juri terdiri atas enam orang yang akan menilai setiap karya peserta secara cermat dan menyeluruh. Penilaian dilakukan satu per satu untuk menjamin ketepatan dan objektivitas hasil.

“Penjurian ini memang memerlukan waktu, karena kami ingin menilai secara detail agar hasilnya benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dewan juri dalam memberikan penilaian yang adil dan profesional, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai adat dan filosofi budaya Fakfak yang menjadi dasar desain batik tersebut.

Dekranasda Fakfak berharap melalui kegiatan ini akan lahir karya batik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mengandung makna budaya yang kuat, menjadi simbol kebanggaan masyarakat Fakfak, dan memperkuat identitas daerah di kancah nasional.

Diketahui, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Fakfak ke-125, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dekranasda Kabupaten Fakfak menggelar Lomba Desain Batik Khas Fakfak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH. Ma’ruf Amin, Fakfa.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 5 November 2025 dan berakhir hari ini 7 November 2025 dan terbuka bagi seluruh masyarakat Fakfak, khususnya Orang Asli Papua (OAP) yang berdomisili di wilayah tersebut.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: