Fakfak — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Amir Rumbouw, menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi riil, pembenahan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan kualitas layanan publik sebagai prioritas pembangunan Kabupaten Fakfak.

Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna istimewa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-125 Kabupaten Fakfak di Gedung Sidang Utama DPRK Fakfak, Minggu (16/11/2025).

Dalam pidatonya, Amir mengawali dengan ajakan untuk mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Kuasa karena masyarakat Fakfak masih diberi kesempatan memperingati hari bersejarah tersebut.

Ia menilai, momen HUT ke-125 ini bukan hanya perayaan seremonial, melainkan juga saat yang tepat untuk mengenang jasa para pendahulu serta merefleksikan perjalanan panjang pembangunan daerah.

“Perjalanan Fakfak selama 125 tahun adalah hasil kerja keras para pendahulu yang dengan semangat perjuangan dan pengabdian telah membangun fondasi kemajuan bagi kita semua,” ujar Amir dalam pidatonya.

Ia menyebutkan, berbagai sektor kehidupan telah mengalami kemajuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Ketersediaan sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan, menurutnya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah, termasuk distrik-distrik terpencil.

Namun, Amir mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani. Di antaranya, ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah, terbatasnya lapangan kerja bagi angkatan muda, serta menurunnya daya beli masyarakat.

“Kita patut berterima kasih atas capaian para pemimpin daerah dari masa ke masa. Namun, di sisi lain, kita harus jujur mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang menuntut perhatian serius,” ucapnya.

Amir kemudian menyampaikan tiga rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pertama, mendorong pertumbuhan sektor ekonomi riil dengan memanfaatkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta melibatkan kelompok masyarakat di kota, distrik, dan kampung.

Kedua, membuka kembali akses transportasi laut dan udara antara Fakfak dengan kota-kota lain di Papua, seperti Sorong, Manokwari, dan Timika, guna memperlancar arus barang dan orang.

Ketiga, mempercepat pembangunan jalan darat yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan distrik dan kampung, termasuk jalur Fakfak–Karas, yang dinilai strategis bagi mobilitas warga.

“Konektivitas yang lancar adalah kunci pemerataan pembangunan. Ketika jalan, laut, dan udara terhubung, ekonomi daerah akan bergerak lebih cepat,” kata Amir menegaskan.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: