Jakarta – Paus Fransiskus telah menyelesaikan agenda apostoliknya di Indonesia yang dimulai sejak Selasa (3/9/2024) lalu,  mulai  melakukan  penerbangannya dari Jakarta menuju Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby.

Dari pantaun primarakyat.com di beberapa media luar negeri (oceania) disebutkan, kunjungan Paus Fransiskus ke Papua Nugini akan membawanya ke bagian terpencil di negara kepulauan Pasifik Selatan, di mana Kekristenan baru saja menjadi tambahan bagi kepercayaan spiritual tradisional yang telah berkembang selama ribuan tahun.

Fransiskus akan mengunjungi keuskupan Vanimo di pulau utama New Guinea, salah satu wilayah paling terpencil dan terpinggirkan di negara yang miskin dan beragam, menurut Uskup setempat, Francis Meli.

“Paus akan mengunjungi masyarakat daerah terpencil, “ ungkap Francis Meli. Dikutip dari indepneden.com (6/9/2024).

Atribut modernitas sangat jarang. Tidak ada air bersih bagi lebih dari 120.000 orang yang tinggal di keuskupan tersebut, menurut situs gereja. Listrik merupakan kemewahan bagi sedikit orang yang mampu membeli panel surya atau generator portabel.

Kunjungan ini adalah sorotan religius yang luar biasa di daerah di mana, misionaris Kristen baru tiba pada tahun 1961, dan agama kristen hidup berdampingan dengan penyembahan leluhur tradisional, animisme, dan perdukunan.

Paus akan bertemu dengan 12 biarawati dan imam misionaris dari tanah kelahirannya, Argentina, selama kunjungannya yang dijadwalkan pada 8 September. Ia juga akan memeriksa sekolah menengah yang dibangun gereja dan pusat krisis untuk perempuan dan gadis yang mengalami kekerasan. (jm/pr)