Nabire – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Aibon Kogoya kembali meneror masyarakat dengan menyebarkan ancaman melalui media sosial.
Dalam sebuah video yang viral, kelompok tersebut secara terang-terangan mengintimidasi warga pesisir yang beraktivitas di wilayah pedalaman Nabire, terutama para pencari kayu gaharu dan penambang rakyat.
Video ancaman tersebut memicu kekhawatiran luas mengingat aktivitas ekonomi warga di sektor kayu gaharu dan tambang tradisional sedang berlangsung.
Kelompok Aibon Kogoya disebut-sebut menyasar langsung masyarakat sipil yang dinilai beroperasi di area yang mereka klaim sebagai wilayah kekuasaan. Situasi ini pun mendapat respons cepat dari aparat keamanan setempat.
Menanggapi hal itu, Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jermias Rontini, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat.
“Kita tetap melakukan langkah-langkah antisipatif. Minimal kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pergi ke lokasi-lokasi yang menjadi tempat melintasnya kelompok tersebut,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Papua Tengah, Jumat (6/3/2026) dikutip nabirenews.
Lebih lanjut, Kombes Rontini meminta warga yang terpaksa harus beraktivitas di daerah rawan untuk berkoordinasi dengan aparat setempat.
Menurutnya, pemberitahuan tersebut penting agar petugas dapat memantau pergerakan warga dan segera bertindak jika terjadi situasi darurat.
“Kalau mau pergi ke lokasi-lokasi itu, sebaiknya menginformasikan kepada petugas. Supaya kami memahami dan mengetahui keberadaan bapak ibu di sana,” jelasnya.
Polda Papua Tengah memastikan akan terus memantau situasi keamanan di wilayah Nabire dan sekitarnya, khususnya di jalur-jalur yang kerap dilintasi kelompok bersenjata.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan dengan mematuhi imbauan aparat keamanan. (nn/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan