Fakfak – Ibadah Minggu di jemaat GPI Papua Ebenhaeser Fakfak di pimpinan oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt Stenley Risaakota, S.Th.

Injil Lukas 13:31-35 menjadi teks sumber pelayanan firman dalam lingkungan GPI Papua dengan tema Yesus TIdak Gentar Hadapi Ancaman.

Sambil mendengar khotbah yang disampaikan oleh Pak Pendeta, saya membaca ulang teks ini dan memberi perhatian pada teks ayat 32. Saya membuat beberapa catatan dari pendalaman singkat atas teks ayat 32 tsb.

Perikop ini dibuka dengan catatan bahwa para sahabat dan pengikut Yesus atas dasar informasi konfidensial meminta agar Yesus tidak ke Yerusalem, karena Herodes Antipas telah siap menangkap dan membunuh Yesus.

Herodes Antipas adalah Penguasa Penuh Wilayah Yudea di bawah otoritas kekaisaran Romawi. Sangat mungkin atas dasar pertimbangan keamanan dan politik, Herodes tegas ambil langkah keras ini untuk menghentikan gerakan mesianik Yesus yang dapat saja memicu bangkitnya sentimen anti penjajahan Romawi. Dalam politik religi pun, gerakan mesianik Yesus bertabrakan langsung dengan Kultus Agamawi Resmi Romawi di mana Kaisar disembah sebagai Allah dan Tuhan.

Pada sisi lain yakni lingkup internal Yudea dan Yerusalem, sangat mungkin Herodes harus mengantisipasi perlawanan politik dan keagamaan Yahudi yang menolak keras gerakan mesianik Yesus yang semakin populer. Penolakan para pemimpin agama dan politik Yahudi terkait dengan tabrakan frontal ajaran Yesus terhadap fondasi dan bangunan keagamaan Yahudi. Penolakan keagamaan ini kemudian diracik ke dalam strategi dan taktik politik (politisasi) yang memanfaatkan pusat kekuasaan Yahudi yakni Sanhendrin (Mahkamah Tinggi Agama).

Kondisi di atas akan semakin nyata dalam penangkapan dan pengadilan serta hukuman mati (penyaliban) Yesus Kristus.

Bagaimana respons dan sikap Yesus?

Yesus menolak keras saran para sahabat.dan pengikutnya. Yesus katakan tetap akan ke Yerusalem dan berada di sana untuk memenuhi panggilan hidupNya sebagai seorang Mesias yg dinobatkan oleh Allah. Yesus tidak mundur atau menghindar dari panggilan ini yang jalanNya adalah menanggung penderitaan sampai disalibkan dan mati. Yesus berpegang teguh pada keputusan Allah Bapa dalam hidupNya.

Sangat menarik mencermati Pernyataan Yesus terkait penolakan (Lukas 13:32) untuk mundur karena ada ancaman pembunuhan oleh Herode Antipas. Yesus sadar bahwa dalam misi hidupNya sebagai Mesias (penyelamat yang telah diurapi) Allah membawa Dia berhadapn muka dengan kekuasaan dunia yang direpresentasi oleh Raja Herodes Antipas.

Yesus berpesan kepada para sahabat dan pengikutnya “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu..” Si serigala adalah sebutan Yesus untuk Raja Herodes Antipas. Serigala dalam bahasa Yunani “αλωπηξ” (alōpēx) yang dalam terjemahan baru 2 LAI diterjemahakan dengah ‘rubah’. Kata ini menunjuk kepada serigala kecil atau muda.

Alopex menunjukan pada makna, pertama herodes adalah penguasa yang licik dan kejam tidak sungkan untuk memangsa setiap pihak yang dipandang sebagai musuh atau potensial menjadi musuh yang melawan dan akan melawan kekuasaannya yang akan mengganggu dan merebut tahtanya. Tetapi dalam penggunaan sebutan ‘rubah atau serigala kecil/muda’, Yesus mau menegaskan bahwa Herodes bukanlah penguasa sesungguhnya (hanya penguasa boneka romawi) dan tidak memiliki kekuasaan apapun.

Ini bukan keyakinan buta Yesus, tetapi ini merupakan penegasan dan pemakluman bahwa Herodes berhadapan dengan kekuasaan mutlak Allah penguasa dunia atas wilayah Yudea maupun penguasa Romawi sedang berhadapan dengan kemahakuasaan Allah!

Olehnya Yesus tidak takut dan gentar serta mundur. Bagi Yesus kemahakuasaan Allah akan ditegakkan di dalam sejarah dan panggung politik yang penuh pembanggaan dan pemujaan kehendak serta kekuasaan manusia. Melalui komitmen tegus, Yesus menyerahkan hidupNya dipakai untuk Allah menegakkan kemahakuasaan, rencana dan kehendakNya.

Orang beriman dipanggil untuk mengikuti jalan dan panggilan hidup seperti Yesus ini demi ikut serta dalam misi penyelamatan Allah atas manusia dan dunia, di mulai dari lingkungan2 terdekat kehidupan kita dan dalam kerangak kehidupan bermasyarakat luas. (Refleksi oleh Pdt Dr. Ronald Helweldery, M.SI)

 

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: