Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk mengambil peran sentral dalam pengembangan Blok Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyatakan daerahnya tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton di wilayah sendiri, melainkan harus bertransformasi menjadi pemain utama dalam pengelolaan sumber daya alam berskala internasional tersebut.

Pernyataan tegas itu disampaikan Hendrik di sela-sela penandatanganan kerja sama antara PT Maluku Energi Abadi (MEA) dan Pelabuhan Tanjung Priok, di Ambon, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan Inpex dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), proyek raksasa tersebut tengah memasuki tahap konstruksi. Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan Maluku untuk terlibat secara maksimal.

“Kami tidak mau hanya menjadi penonton. Maluku harus terlibat secara maksimal dalam setiap tahapan pengembangan. Proyek ini harus memberi ruang partisipasi nyata bagi daerah,” ujar Hendrik dengan nada tegas.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Maluku tengah mematangkan berbagai persiapan pendukung. Langkah yang dilakukan mencakup koordinasi lintas kabupaten serta kajian dampak lingkungan, termasuk penanganan kawasan hutan yang menjadi lokasi proyek.

Selain itu, persiapan untuk pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking juga menjadi agenda prioritas dalam waktu dekat.

Melalui keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Maluku Energi Abadi, dalam rantai logistik proyek, Gubernur berharap manfaat ekonomi dari kekayaan migas di wilayah timur Indonesia itu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia optimistis, partisipasi aktif daerah tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Maluku ke depan. (at/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: