Fakfak — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Pasar Rakyat Thumburuni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (16/11/2025).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area pasar.
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan pasar rakyat merupakan nadi perekonomian daerah dan pusat aktivitas masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin daerah yang telah berjuang mewujudkan pembangunan pasar tersebut.
“Pasar ini adalah pusat nadi ekonomi Fakfak. Di sinilah masyarakat berinteraksi dan menggerakkan ekonomi. Saya mengapresiasi kerja keras para bupati dari masa ke masa yang telah berjuang mewujudkan pembangunan pasar ini,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan, pembangunan Pasar Thumburuni sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Direktorat Cipta Karya.
Bahlil juga meminta pihak perbankan seperti BRI, Mandiri, dan BNI untuk memprioritaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para pedagang kecil, khususnya ibu-ibu penjual di pasar.
“Dana KUR di Fakfak sudah di atas Rp300 miliar. Saya minta agar diprioritaskan bagi mama-mama pedagang. Kalau tidak, saya akan temui langsung pimpinan cabangnya,” tegas Bahlil.
Menteri Bahlil juga menyinggung pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan pasar serta menghindari penyalahgunaan minuman keras.
Ia meminta aparat kepolisian dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan pasar.
Kesempatan yang sama, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menyampaikan laporan terkait kondisi Pasar Thumburuni, termasuk jumlah fasilitas, pedagang, dan rencana pengembangan pasar ke depan.
Ia melaporkan bahwa Pasar Thumburuni telah menampung 1.021 pedagang, dengan rincian 606 meja batu, 200 los dan kios, serta 205 emperan di dua lantai bangunan.
“Meja batu ini diperuntukkan bagi mama-mama kampung yang menjual hasil bumi. Inilah denyut kehidupan ekonomi rakyat Fakfak,” ujar Samaun.
Samaun menjelaskan, meski seluruh pedagang dari Pasar Tanjung Muatom telah dipindahkan ke Pasar Thumburuni, masih terdapat sekitar 150 pedagang dari Pasar Kelapa Dua yang belum tertampung sepenuhnya.
Pemerintah daerah, kata Bupati Samaun, tengah menyiapkan langkah untuk memperluas dan meningkatkan fasilitas pasar agar seluruh pedagang dapat beraktivitas secara layak.
Bupati menegaskan bahwa program pembangunan pasar sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM, pendidikan gratis, dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Perkembangan UMKM di Fakfak meningkat signifikan. Hari ini masyarakat tidak lagi menunggu pekerjaan di kantor pemerintah, tetapi sudah mulai berusaha sendiri. Ini kemajuan yang patut kita syukuri,” tutur Samaun.
Samaun juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Bahlil atas dukungan dan peran aktifnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur di Fakfak.
Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan Pasar Thumburuni tidak lepas dari intervensi langsung Bahlil ketika masih menjabat sebagai Menteri Investasi, yang membantu memperjuangkan agar pasar dibangun baru, bukan sekadar direnovasi.
“Kalau bukan karena dorongan Bapak Menteri, pasar ini tidak akan jadi bangunan baru. Kami bersyukur karena perhatian beliau untuk Fakfak begitu besar di tengah banyaknya daerah lain di Indonesia,” ujar Bupati.
Menutup sambutannya, Samaun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Fakfak tanpa sekat politik.
“Proses politik sudah selesai. Hari ini kita hadir sebagai anak negeri. Mari bersama membangun negeri ini agar Fakfak lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Reporter/Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan