Jayapura – Jemaat GKI Harapan Jayapura pada Minggu pagi, 27 April 2025 pukul 06.00 WIT, mengikuti ibadah Paskah Minggu Kedua dengan penuh hikmat.

Ibadah ini dipimpin oleh Pendeta Simon Tiert, S.Th, dengan mengangkat tema sentral yang ditetapkan oleh Sinode GKI di Tanah Papua: “Menutup Malu dengan Dusta”, berdasarkan bacaan Alkitab dari Matius 28:11–15.

Dalam khotbahnya, Pdt. Simon Tiert mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan realitas kebangkitan Kristus yang sejati, di tengah dunia yang penuh ketidakadilan dan dusta.

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada banyak orang selama 40 hari, membuktikan kemenangan-Nya atas dosa dan maut. Perjalanan rohani 40 hari ini mengarahkan umat menuju perayaan Pentakosta, pencurahan Roh Kudus.

Pdt. Simon menyoroti bagaimana Mahkamah Agama, dalam bacaan Matius 28, berusaha menutupi rasa malu mereka dengan menyebarkan dusta.

Para prajurit disuap untuk mengatakan bahwa murid-murid Yesus mencuri jenazah-Nya ketika mereka sedang tidur. “Fakta diubah menjadi dusta,” tegas Pdt. Simon, “karena ada ketakutan akan kehilangan wibawa dan kekuasaan.”

Fenomena ini, menurut Pdt. Simon, masih nyata dalam kehidupan saat ini. Dunia yang rusak dan dipenuhi ketidakadilan sering membuat orang menggunakan segala cara, termasuk dusta dan sogokan, demi mempertahankan kekuasaan, karier, atau jabatan.

“Uang bisa mengatur segalanya. Itulah kenyataan yang terjadi, dan itulah yang Alkitab tunjukkan kepada kita,” ujar Pdt. Simon di hadapan jemaat.

Pdt. Simon juga mengingatkan agar umat Kristen waspada terhadap godaan kompromi dan tipu daya berita palsu (hoaks) yang bisa merusak integritas iman.

“Sering kali kita tergiur dan tertipu, padahal sebagai umat Allah, kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, bukan menutupi kesalahan dengan dusta,” kata Pdt. Simon.

Ibadah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini menandai perjalanan rohani jemaat GKI di Tanah Papua memasuki minggu kedua masa Paskah, seraya menguatkan komitmen untuk hidup dalam terang kebangkitan Kristus, menolak segala bentuk dusta, dan menjadi saksi kebenaran di tengah dunia yang gelap. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: