Fakfak — Pemasangan mesin parkir otomatis di kawasan Pasar Tanjung Wagom, Kabupaten Fakfak, menuai perhatian dan perbincangan warganet.

Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan perangkat parkir berwarna kuning-hitam telah terpasang di pintu masuk pasar, meski kondisi jalan di sekitar lokasi dinilai belum memadai.

Warga mempertanyakan urgensi pengoperasian sistem parkir modern tersebut di tengah akses keluar-masuk pasar yang masih rusak dan berlubang.

“Sebelum mesin ini diaktifkan, sebaiknya jalan dibenahi dulu. Kasihan ibu hamil dan orang tua kalau lewat sini,” tulis seorang warga dalam kolom komentar unggahan yang ramai dibagikan.

Sebagian warga lain menyebut penerapan mesin parkir otomatis bukan hal baru dan telah digunakan di sejumlah pasar tradisional di daerah lain dengan tarif sekali masuk, tanpa hitungan per jam.

Namun, mereka menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung serta kehadiran petugas untuk membantu pengguna, terutama di pasar ikan yang aktivitas bongkar-muatnya padat.

Kekhawatiran juga muncul terkait dampak kebijakan parkir berbayar terhadap minat pengunjung.

Sejumlah warga menilai, jika akses tidak segera diperbaiki, pengunjung berpotensi memilih parkir di luar area pasar atau bahkan enggan masuk.

“Bayar parkir tapi jalannya rusak, itu yang disayangkan,” tulis komentar lain.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah daerah mengenai waktu pengaktifan mesin parkir tersebut serta rencana perbaikan jalan di sekitar Pasar Tanjung Wagom.

Warga berharap aspirasi yang disuarakan menjadi perhatian, agar penataan pasar berjalan seiring dengan peningkatan kenyamanan dan keselamatan pengguna. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: