Fakfak – Minimnya akses transportasi laut dan udara kembali menjadi sorotan utama Fraksi Karya Demokrasi Perjuangan Nasional Indonesia (KDPNI) DPRD Kabupaten Fakfak saat menyampaikan pendapat akhir terhadap Raperda Perubahan APBD 2025, Senin (29/9/2025).

Fraksi KDPNI menilai keterbatasan moda transportasi telah menghambat mobilitas warga, khususnya penerbangan Fakfak–Manokwari yang hingga kini tidak tersedia langsung sehingga penumpang terpaksa bermalam di Sorong.

“Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, karena ke Manokwari Ibukota Provinsi Papua Barat menggunakan Kapal Pelni, harus transit di Sorong, sama halnya dengan transportasi udara, dan hal ini perlu segera mendapat perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Izak Patanduk dalam laporan pendapat akhir Fraksi Karya KDNI DPRK Fakfak.

Selain akses udara, Fraksi ini juga menyoroti keterbatasan transportasi laut yang dinilai memperburuk konektivitas antarwilayah. Menurut mereka, persoalan ini harus menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan, mengingat transportasi adalah urat nadi perekonomian daerah Kabupaten Fakfak. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: