Saumlaki – Tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Egron di perairan dekat Pelabuhan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, masih menyisakan tanda tanya besar.

Peristiwa yang terjadi belum lama ini menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan anggaran dan praktik yang disengaja.

Tokoh masyarakat Tanimbar, Kilyon Luturmas, saat ditemui wartawan di Saumlaki, Minggu (13/9/2025), menilai kebakaran tersebut tidak bisa dipandang sekadar musibah.

“Kapal ini sudah lama tidak beroperasi dan kondisinya rusak parah. Tapi anehnya, justru mengalami kebakaran yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Luturmas mendesak kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan agar penyebab kebakaran dapat diungkap.

Ia juga meminta Kejaksaan Negeri Saumlaki untuk mengaudit anggaran miliaran rupiah yang selama beberapa tahun terakhir dikucurkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk perbaikan KMP Egron.

“Anggaran sudah digelontorkan, tapi kondisi kapal tidak pernah berubah, malah dibiarkan rusak hingga akhirnya terbakar,” tegasnya.

Menurutnya, KMP Egron merupakan aset penting Pemda yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat Tanimbar.

Ia berharap audit dan penyelidikan bisa mengungkap dugaan penyelewengan serta menyeret oknum-oknum yang bertanggung jawab ke meja hijau.

“Dengan penyelidikan yang tuntas, publik bisa tahu kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan,” pungkas Luturmas. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: